Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

39 Personel API Jalani Karantina

Hanggar Pesawat Disulap Jadi Ruang Isolasi

28 Oktober 2020, 04: 19: 48 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

CEK LOKASI: Satgas Covid-19 mengunjungi pasien terkonfirmasi korona yang menjalani karantina di hanggar pesawat latih kemarin (26/10).

CEK LOKASI: Satgas Covid-19 mengunjungi pasien terkonfirmasi korona yang menjalani karantina di hanggar pesawat latih kemarin (26/10). (DINKES BANYUWANGI FOR RABA)

Share this          

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Setelah 31 taruna dan delapan pegawai terpapar  Covid-19, Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi akhirnya mengambil langkah taktis. Pihak API langsung membuka tempat  karantina mandiri. Sebanyak 39 pasien menjalani isolasi di hanggar pesawat latih selama sepuluh hari ke depan.

       Kemarin Satgas Covid-19 Banyuwangi yang dipimpin dr Widji Lestariono langsung mendatangi kantor API di sekitar area Bandara Blimbingsari. Setelah melakukan pengecekan terhadap fasilitas di akademi tersebut, Satgas akhirnya mengizinkan API untuk mengkarantina 39 orang personelnya.  “Setelah kita periksa, tempat karantina di hanggar API layak untuk ditempati,” ujar Rio, sapaan akrab Widji Lestariono.

       Rio yang juga Kadinkes Banyuwangi itu memberikan beberapa syarat terkait karantina di API. Pertama, API diminta untuk untuk menutup kawasan akademi. Semua pasien tidak boleh berinteraksi dengan dunia luar. Mereka yang berada di dalam hanggar tidak boleh keluar. Sebaliknya yang dari luar tidak boleh masuk. “Kami minta ada penjagaan. Siapa pun tidak boleh masuk. Permintaan itu disanggupi oleh pihak API,” kata Rio.

       API juga diminta menyediakan makanan bergizi bagi para pasien. Minimal, setiap menu ada kandungan protein seperti daging, ikan, dan telur. Asupan gizi tersebut diperlukan untuk meningkatkan imunitas pasien. “Kami juga minta mereka menyediakan multifitamin setiap hari. Senam pagi di bawah sinar matahari harus rutin dilakukan,” imbuhnya.

       Pihak API juga diminta memperhatikan aspek psikologi dari para pasien. Saat menemui pasien, para pasien tersebut minta tambahan fasilitas dan sarana seperti televisi, kipas angin, dan makanan tambahan. “Terutama buah, kita minta disediakan minimal dua hari sekali. Air minum juga kita minta disedikan di sekitar hanggar, sehingga pasien bisa minum kapan pun mereka mau,” kata Rio.

       Selama masa isolasi berlangsung, Rio  meminta area API benar-benar ditutup. Tidak boleh ada aktivitas yang berjalan. Hal itu akan menjadi pantauan dari tim puskesmas yang akan memeriksa kondisi API selama masa isolasi. ”Sekitar 60-an orang sudah di-swab, hasilnya negatif. Mereka yang negatif kita rekomendasikan untuk dipulangkan,” pintanya.

       Sementara itu, kemarin ada penambahan 45 kasus baru Covid-19. Penambahan ini menjadi yang tertinggi selama dua bulan terakhir. Rio mengatakan,  angka tersebut salah satunya terdongkrak dari klaster API. Di mana ada 39 pasien dari API dan tambahan enam pasien baru lainya. “Mereka yang dikarantina di hangar API akan menjalani isolasi selama sepuluh hari. Tidak perlu swab lagi, kecuali ada yang menunjukkan gejala,” tegasnya.

       Diberitakan sebelumnya, Minggu kemarin (25/10) Satgas Covid-19 mengumumkan 39 kasus baru dari Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi yang ditemukan sejak Sabtu (24/10).  Sebagian besar pasien yang positif Covid berasal dari kontak erat pasien-pasien sebelumnya.

       Humas API Banyuwangi Dirga Aji  membenarkan semua pasien Covid-19 melaksanakan isolasi mandiri. Sedangkan fasilitas tersebut berupa hanggar yang sudah disiapkan pihak akademi sesuai dengan protokol kesehatan. Terkait penyiapan ruang isolasi, API telah  berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.

       Rekomendasi pihak satgas untuk menyiapkan fasilitas penunjang di tempat isolasi juga sudah dipenuhi, seperti penyediaan sarana ibadah, air, listrik, kipas angin, toilet khusus, dan WiFi. Selain itu, API Banyuwangi memberikan medical treatment bagi pasien Covid-19 dengan melakukan pemantauan kesehatan, pemberian asupan makanan dan multivitamin, penyemprotan ruang isolasi dan perkantoran secara berkala dengan disinfektan. “Selain protokol, kami juga memberikan motivasi dan kiat-kiat dalam penanganan dan pencegahan Covid-19,” terangnya.

       Kepala Puskesmas Badean Heru Prasetyo, mengatakan pihaknya bersama-sama jajaran Satgas kemarin meninjau lokasi. Hingga sepuluh  hari ke depan akan dilakukan pemantauan rutin. Namun demikian, tidak ada posko khusus di dalam API. “Kami pantau terus dengan berkoordinasi dengan Satgas,” jelasnya.

       Setiap hari dua petugas Puskesmas akan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan hasilnya disampaikan kepada Satgas. ”Lokasi akademi yang berpagar dan cukup tertutup menjadi keuntungan sendiri untuk mengurangi kontak dengan masyarakat,’’ kata Heru.

(bw/fre/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia