Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Polisi Obok-obok Lokalisasi PSK Sumberloh

27 Oktober 2020, 17: 08: 51 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIPERKETAT: Petugas gabungan memantau aktivitas di eks lokalisasi PSK Sumberloh, Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Minggu malam (25/10).

DIPERKETAT: Petugas gabungan memantau aktivitas di eks lokalisasi PSK Sumberloh, Dusun Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Minggu malam (25/10). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

JawaPos.com – Sejumlah penjaja seks komersial (PSK) yang beroperasi di eks lokalisasi Sumberloh, Dusun Padang Bulan, Desa benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, ternyata membuat forpimka setempat kebakaran jenggot. Mereka kembali merazia, Minggu malam (25/10).

Sejumlah wisma yang ada di tempat pelacuran terbesar di Bumi Blambangan, itu juga sempat digeledah. Mereka mencari PSK dan minuman keras (miras) yang diduga banyak diedarkan di tempat itu. “Sudah tidak ada aktivitas prostitusi lagi,” cetus Kapolsek Singojuruh Iptu Abdul Rohman.

Kapolsek mengaku dalam razia yang digelar ini memeriksa semua wisma. Dan hasilnya, tidak ditemukan satu orangpun PSK dan penjualan miras. “Lokalisasi itu sudah tidak aktif lagi,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Eks lokalisasi PSK Sumberloh itu, terang dia, akan terus dipantau. Sehingga, tidak tidak meresahkan masyarakat. Untuk pengawasan ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa. “Jika ada warga yang melihat lokalisasi itu beroperasi, segera laporkan,” pintanya.

Masalah eks lokalisasi PSK Sumberloh yang kembali beroperasi itu, jelas dia, sudah dibahas secara khusus di Forpimka Singojuruh. Ia juga memerintahkan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk mengecek l setiap hari. “Kami akan gelar razia rutin,” katanya.

Kepala Desa Benelan Kidul Habib mengatakan sudah mengintruksikan ketua RT dan RW untuk mengawasi warga pendatang. Selain itu, jika ada warga pendatang yang tidak memiliki identitas diri, tidak diperbolehkan berada di eks lokalisasi tersebut. “Itu untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga,” cetusnya.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia