Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Dengan Hati Senang, Markus Daftar JKN-KIS untuk Proteksi Diri

27 Oktober 2020, 07: 18: 52 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Markus Ruku

Markus Ruku

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Markus Ruku (46), adalah seorang pendeta asal Kupang Nusa Tenggara Timur yang sudah lama menetap di wilayah Banyuwangi. Ia tinggal di Bumi Blambangan sejak 1991.

Khawatir akan kesehatan diri dan keluarganya, Markus dengan kesadaran yang tinggi akan mendaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat. Hal itu ia lakukan, agar kesehatannya terjamin dan baginya kesehatan adalah investasi jangka panjang juga.

“Saya ingin mendaftarkan JKN-KIS di BPJS Kesehatan karena, saya khawatir suatu saat nanti terjadi apa-apa dengan kesehatan saya dan keluarga. Ini juga sebagai investasi jangka panjang saya kalau suatu saat saya atau keluarga saya sakit,” ungkap Markus

Sebelumnya, ia belum pernah mendapatkan tindakan medis. Alasan kuat ia ingin mendaftar menjadi peserta JKN-KIS  adalah ingin melindungi kesehatan keluarganya.

“Puji Tuhan, saya belum pernah masuk rumah sakit, semoga saja tidak akan. Tapi, sakit itu tidak tahu kapan terjadinya. Jadinya, saya dengan senang hati ingin daftar menjadi peserta JKN-KIS ini,” ujar sang pendeta.

Markus memiliki seorang istri dan 3 (tiga) orang anak, Ia daftar di kelas 3 (tiga) dengan iuran 25.500 Rupiah setiap bulan untuk satu jiwa, sehingga ia hanya membayar  127.500 rupiah saja setiap bulannya.

“Saya mendaftar di kelas tiga, soalnya iurannya cukup ringan untuk saya. Terlepas akan digunakan atau tidak, saya akan tetap membayar iuran setiap bulannya,” Kata Markus.

Ia mengungkapkan, iuran yang akan ia bayarkan adalah salah satu hal yang dapat menolong sesama. Begitu pun sebaliknya, jika ia harus mendapatkan perawatan, maka saya sudah ditolong oleh peserta lainnya yang rutin membayar iuran setiap bulan.

“Ini kan prinsipnya gotong royong. jadi, kalau saya harus menggunakannya, maka saya sudah tertolong oleh peserta yang lain. Terus, kalau saya tidak menggunakannya, maka saya secara tidak langsung sudah menolong peserta yang membutuhkan. Puji Tuhan untuk kita semua," ungkapnya.

Markus berharap, Program JKN-KIS ini akan selalu ada dan menjadi solusi ketika kita membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena, menurutnya sakit itu sangat mahal harganya.

“Harapan saya, program JKN-KIS ini bisa terus berkembang dan selalu menjadi kebanggaan masyarakat. Soalnya, sakit itu lebih mahal harganya. Apalagi ketika kita benar-benar tidak memiliki biaya untuk membayar pengobatan,” tutupnya. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia