Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Buah Hati Harus di Rawat Karena DBD, Sugiyanti Tenang Berkat JKN-KIS

27 Oktober 2020, 07: 12: 37 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Sugiyanti

Sugiyanti

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Sugiyanti (48) merasa tenang saat ia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Ia terdaftar sebagai peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau sering kita sebut pekerja mandiri pada 2014.

“Saya sangat tenang sekali ketika terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, waktu itu saya daftarnya pas pertama ada BPJS Kesehatan, kalau tidak salah tahun 2014 ya,” ungkap Sugiyanti.

Saat itu, buah hatinya harus memerlukan tindakan medis karena Demam Berdarah (DBD) dan harus dirawat di rumah sakit selama lima hari. Ia ingat, jika ia dan keluarganya sudah terdaftar sebagai JKN-KIS, sehingga untuk biaya pengobatannya sudah ditanggung seluruhnya oleh JKN-KIS. 

“Waktu itu, anak saya harus di rawat di rumah sakit Fatimah Banyuwangi selama lima hari karena demam berdarah. Untungnya, saya dan keluarga sudah terdaftar JKN-KIS yang bayarnya tiap bulan. Jadi, saya tenang saat anak saya harus di rawat dan tidak ada biaya apapun yang saya keluarkan,” kata Sugianti.

Ibu rumah tangga tersebut mengungkapkan, jika iuran nya rutin ia bayarkan setiap bulan. Adapun yang menjadi pesertanya adalah ia sendiri, suami dan dua orang anak.

“Alhamdulillah, untuk iurannya rutin saya bayarkan setiap bulan, yaitu kelas tiga dikali empat orang,” ujar ibu dua anak tersebut.

Sugiyanti menambahkan, lebih baik iuran setiap bulan ketimbang harus membayar langsung ketika sakit. Karena, sakit tidak bisa direncanakan.

"Soalnya kan kalau tiap bulan itu tidak terasa, berbeda ketika kita saat sakit terus tidak punya JKN-KIS, disitu rasanya sangat berat sekali kalau liat biaya pengobatannya. Sakit kan enggak bisa direncanain,” tambahnya.

Sugiyanti berpesan kepada peserta mandiri lainnya, agar bisa membayar iuran setiap bulannya.  Hal itu agar kartunya bisa terus aktif.

“Pesan saya, buat peserta mandiri yang lainnya supaya bisa bayar iuran setiap bulannya. Biar bisa bantu peserta yang lain juga dan kartunyanya aktif terus,” pungkas Sugiyanti. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia