Rabu, 25 Nov 2020
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features

Jaga Imunitas Tubuh, Alumni Pesantren Sukorejo Bagi-Bagi Tomat Gratis

22 Oktober 2020, 15: 53: 55 WIB | editor : Ali Sodiqin

BANTU SESAMA: Alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo membagikan tiga ton tomat kepada warga Situbondo terdampak Covid-19 kemarin (21/10).

BANTU SESAMA: Alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo membagikan tiga ton tomat kepada warga Situbondo terdampak Covid-19 kemarin (21/10). (MIFTAH for JPRS)

Share this          

JawaPos.com - Alumni pesantren di Situbondo yang tergabung dalam Ikatan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah (IKSASS) Sukorejo punya cara sendiri dalam menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat terdampak Covid-19. Yaitu membagikan tomat secara gratis. Kenapa tomat?

Tiga ton tomat itu sudah terkumpul di pelataran rumah salah satu warga di Kecamatan Kapoangan. Beberapa orang pria tampak memasukkannya ke dalam kresek. Setelah semuanya dikemas rapi, dinaikkan ke kendaraan pikup.

Sayuran yang mengandung vitamin C itu, bukan untuk dijual. Akan tetapi untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar. Sasarannya, warga di Kecamatan Kapongan, Panji, Mangaran, Arjasa, dan Kecamatan Situbondo.

Iya, itu merupakan aksi sosial alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo asal Kecamatan Kapongan, Panji, Mangaran, Arjasa, dan Kecamatan Situbondo. Hal tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Mitahul Arifin, salah satu pengurus IKSASS Situbondo menerangkan, di tengah pandemi, masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. Sudah banyak yang tidak mendapatkan pemasukan. “Kami menyadari itu, bahwa ekonomi masyarakat tidak baik,” ujarnya.

Atas dasar itu, Iksass Situbondo tergugah ikut berbuat, menunjukkan kepedulainnya. Meski tidak seberapa, diharapkan membantu beban ekonomi masyarakat terdampak Covid-19.  

Kenapa tomat? Miftah mengatakan, selain bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dapur warga, juga untuk meningkatkan imunitas tubuh. “Penyebaran Covid-19 sangat cepat, sehingga ketahanan fisik terjaga,” ujarnya.

Pria asal Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan itu menerangkan, tomat memiliki kandungan Vitamin C. Jika dikonsumsi, sangat bagus dalam meningkatkan kekebalan tubuh. “Ini dalam rangka memberikan suplai vitamin dan imunitas tubuh bagi masyarakat Situbondo,” imbuhnya.

Miftah berpendapat, perjuangan yang harus dilakukan saat ini, bukan semata menyelamatkan ekonomi masyarakat. akan tetapi yang tidak kalah penting adalah, menyelamatkan nyawa. “Membantu masyarakat meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh agar tidak cepat terpapar Covid-19 merupakan perjuangan yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Tomat-tomat yang dibagikan kepada masyarakat iuran dari alumni dan warga yang peduli. Terutama dari para petani yang kebetulan menanamn tomat. “Ini gerakan bersama dengan masyarakat,” kata Miftah.

Miftah menjelaskan, alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syaf’iyah Sukorejo juga dituntut tidak menutup mata dengan kondisi masyarakat. Ketika dibutuhhkan, harus memberikan kontribusi. Kata Miftah, ini merupakan amanah dan warisan perjuangan KHR. As'ad Syamsul Arifin dan KHR. Ahmad Fawaid As'ad.

“Bagaimana teman-teman alumni peka terhadap kondisi sosial. Kami diminta oleh guru-guru kami untuk turun langsung memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” pungkas Miftah.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia