Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Events
icon featured
Events
Lomba Pentigraf dan Putiba

Hanya Tiga, Bukan Satu atau Dua

17 Oktober 2020, 10: 30: 40 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TAMBAH LAGI: SMPN 3 Banyuwangi kembali mendaftarkan siswanya mengikuti lomba penulisan Pentigraf.

TAMBAH LAGI: SMPN 3 Banyuwangi kembali mendaftarkan siswanya mengikuti lomba penulisan Pentigraf. (GERDA SUKARNO/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hanya tiga, tidak lebih dan tidak kurang. Bukan satu atau dua. Sesuai namanya, ”pentigraf” kependekan dari cerita pendek tiga paragraf, sedangkan ”putiba” adalah puisi tiga bait. Untuk itu, peserta cukup membuat karangan sepanjang tiga paragraf saja untuk lomba Pentigraf dan tiga bait untuk lomba Putiba.

Hanya, jumlah baris atau jumlah kata dalam Putiba dibebaskan. Boleh hanya ada satu kata dalam satu bait atau bisa satu baris saja dalam satu bait. Peserta dipersilakan mengeksplorasi imajinasi masing-masing. Asalkan masih dalam batasan tema untuk lomba Putiba kali ini, yaitu ”Banyuwangi Gotong Royong Melawan Covid-19”. Lomba Putiba diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).

MEWAKILI: Dua guru pendamping SDN 4 Penganjuran mengikutsertakan siswanya dalam lomba Putiba.

MEWAKILI: Dua guru pendamping SDN 4 Penganjuran mengikutsertakan siswanya dalam lomba Putiba. (FITRI ARIFIANA/RaBa)

Untuk lomba Pentigraf, peserta juga cukup membuat karangan tiga paragraf saja. Tidak kurang dan tidak lebih. Sedikit berbeda dengan Putiba yang jumlah kata dan barisnya tidak dibatasi, dalam Pentigraf idealnya terdiri dari 210 kata. Walau terbatas, unsur-unsur cerpen di antaranya penokohan, konflik, ending cerpen, tetap harus diperhatikan. Alur cerita wajib ada dalam pembuatan Pentigraf. Akan lebih baik jika di akhir paragraf, ada sebuah kejutan atau hal tak terduga.



ISI FORMULIR: Aisyah Wardatusshalihah (berdiri) didampingi guru SDN 1 Singotrunan turut berkompetisi di lomba Putiba.

ISI FORMULIR: Aisyah Wardatusshalihah (berdiri) didampingi guru SDN 1 Singotrunan turut berkompetisi di lomba Putiba. (FITRI ARIFIANA/RaBa)

Untuk teknis pengumpulan karya baik Putiba maupun Pentigraf, naskah diketik menggunakan MS Word (.doc) dan langsung dikirim melalui email atau surat elektronik (surel) ke alamat radarbwieven@gmail.com. Beri keterangan subjek email dengan PENTIGRAF atau PUTIBA sesuai dengan kategori lomba yang diikuti. Jangan lupa cantumkan identitas diri di antaranya nama lengkap dan asal sekolah. Batas pengiriman karya sampai dengan tanggal 21 Oktober 2020.

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia