Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
DEWAN KESENIAN BLAMBANGAN BANYUWANGI

Menunggu Dua Tahun, Akhirnya DKB Dilantik Bupati

15 Oktober 2020, 07: 42: 33 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

KOMPAK: Bupati   Abdullah Azwar Anas bersama jajaran pengurus DKB terlantik usai pelantikan di Pendapa Sabha Swagata siang sore kemarin.

KOMPAK: Bupati Abdullah Azwar Anas bersama jajaran pengurus DKB terlantik usai pelantikan di Pendapa Sabha Swagata siang sore kemarin. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah menunggu dua tahun, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi akhirnya dilantik secara langsung oleh Bupati Banyuwangi. Sebab pada kepengurusan sebelumnya, sejak terpilih hingga Musdalub kemarin, struktur pengurusan DKB di era H Taufik Hidayat belum sempat dilantik.

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di Pendapa Sabha Swagata kemarin (14/10), semua pengurus mengenakan pakaian adat Osing hitam. Sejumlah nama baru dari kalangan muda tampak mengisi kepengurusan DKB hasil Musdalub ini. Di antaranya sineas muda berprestasi Vicky Hendri Kurniawan, akademisi dan penggiat Mocoan Lontar Yusup Wiwin Indiarti, dan sejumlah nama lainnya tampak bersama para tokoh seni dan budaya senior.

Sementara itu, di jajaran pengurus lama, para tokoh yang masuk dalam jajaran dewan pengarah antara lain Samsudin Adlawi, drh Budiayanto, Punjul Ismu Wardoyo, S. Yadi K., dan Totok Hariyanto

Acuan pelantikan dan struktur DKB terbaru ini tertera dalam Surat Keputusan Bupati Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 188/256/KEP/429.011/2020 tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Banyuwangi  188/563/Kep/429.011/2018 tentang Pembentukan Dewan Kesenian Blambangan Kabupaten Banyuwangi Masa Bakti Tahun 2018–2023.

Usai melantik jajaran pengurus baru, Bupati Abdullah Azwar Anas menyebut peran DKB dalam geliat seni budaya di Banyuwangi sangatlah penting. Di tengah pembangunan Banyuwangi yang terus bergerak maju, penguatan seni budaya lokal tidak boleh dikesampingkan. Sehingga DKB diharapkan bisa menjadi mitra pemerintah untuk menonjolkan karakter dan nilai seni budaya. ”Pembangunan tidak boleh teralienasi dengan budaya dan kearifan lokal,” jelasnya.

Selama ini, pemerintah Banyuwangi memberi ruang dan otoritas penuh kepada seniman dan budayawan dalam berkarya. Sejumlah gelaran festival di Banyuwangi tak luput dari keterlibatan ide dan gagasan seniman. Di antaranya pada gelaran Festival Kuwung dan Gandrung Sewu. Capaian ini juga tampak dari keterlibatan duta seni Banyuwangi di kancah internasional. ”Dengan budaya kita membuktikan diri sebagai pemenang dunia,” imbuh Anas.

Dengan demikian, Anas menyebutkan seni budaya Banyuwangi merupakan elemen penting yang harus dijaga dan dikembangkan oleh semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Oleh sebab itu, siapa pun yang menjadi pemimpin di Banyuwangi, kesenian dan kebudayaan harus tetap menjadi prioritas. ”Siapa pun pemimpinnya saya tidak ingin seniman teralienasi karena prioritas yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DKB terlantik, Hasan Basri, dalam orasinya mengutip pernyataan yang sering dikemukakan bupati di berbagai kesempatan. Bahwa akar dan DNA dari masyarakat Banyuwangi adalah seni budaya. DKB dalam hal ini merupakan penjaga dan mitra pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan proses berkesenian di masyarakat. ”Kami pekerja seni ini adalah para penjaga DNA Banyuwangi,” tegasnya.

Rasa patriotik masyarakat kesenian Banyuwangi  saat ini sudah bisa dilihat dengan jelas. Kemeriahan dan kesuksesan berbagai festival merupakan bentuk keterlibatan dunia seni dalam memajukan Banyuwangi . “Banyuwangi festival adalah perwujudan kecintaan kita terhadap Banyuwangi ,” jelasnya.

Menurut Hasan, sebagai institusi, DKB sudah menyatakan diri bahwa inti kerja utama organisasi yang kini dia pimpin adalah seni budaya. Dengan demikian, misi yang kini diemban DKB adalah mendukung visi pemerintah di bidang seni budaya. Dalam hal ini, DKB juga tidak perlu terpengaruh dengan gejolak di luar kesenian dan kebudayaan. ”Core (inti) yang kita tentukan seni budaya, DKB berada di luar kontestasi politik,” tegasnya. (sli/afi/c1)

(bw/sli/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia