Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Banyuwangi

Ipuk dan NasDem Latih Warga Pantai Cemara

Diajari Cara Membuat Pupuk Organik

13 Oktober 2020, 07: 34: 54 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

JAGA KESINAMBUNGAN: Ibu-ibu Pantai Cemara memberikan dukungan kepada Ipuk Fiestandani.

JAGA KESINAMBUNGAN: Ibu-ibu Pantai Cemara memberikan dukungan kepada Ipuk Fiestandani.

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi -  Kelompok ibu-ibu petani NasDem Pantai Cemara Banyuwangi mendapatkan pelatihan membuat pupuk organik untuk tanaman, sayuran, dan bunga Senin kemarin (12/10). Pelatihan dihadiri oleh calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Pemateri yang dihadirkan adalah petani NasDem, Gepeng Waskito.

Menurut Gepeng, untuk membuat pupuk organik tidak usah bingung-bingung. Sisa-sisa makanan bisa diubah menjadi barang bermanfaat. Salah satunya dengan pupuk kompos. Sebagian besar pupuk kompos yang berasal dari sampah dapur merupakan sampah organik. Sampah organik ini terdiri atas sampah sayuran dan buah-buahan. “Dengan pengolahan yang tepat, sampah organik ini dapat menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman di rumah,” kata Gepeng.

Hal senada dikatakan oleh Ipuk Fiestiendani Azwar Anas. Menurut Ipuk, pelatihan pembuatan pupuk ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan ibu-ibu yang tangguh. Untuk membuat pupuk kompos tidaklah sulit. Hanya perlu mengumpulkan sisa bahan-bahan makanan yang sudah tidak dipergunakan dan dikumpulkan dalam suatu wadah tertutup. “Semua jenis bahan makanan bisa dijadikan dalam pembuatan kompos karena bahan-bahannya bersifat organik yang bisa terurai. Walaupun aroma yang ditimbulkan tidak sedap, namun itulah yang menunjukkan bahwa proses pengomposan berhasil dilakukan,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, sampah bukan masalah, justru sampah bisa membawa berkah. Menurut Ipuk, kegiatan membuat sampah organik sungguh mulia dan luar biasa. Sampah tidak hanya barang sisa yang tak berguna, tetapi bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

       Khusus masalah sampah, Ipuk mengajak warga agar membiasakan mengumpulkan sampah dan memilah yang  kering dan basah. Selain untuk mengurangi volume sampah, mengelola sampah bisa membuat lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan sehat. “Sekaligus gerakan ini menjadi konsolidasi budaya hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Ketua NasDem Banyuwangi Supriyadi KS mengatakan, calon Bupati Ipuk Fiestiendani pada Senin (12/10) melakukan serangkaian kegiatan, yakni kunjungan ke pasar induk Banyuwangi, senam dan sarapan bersama warga Singotrunan, kunjungan ke kampung rahu/rempe Kalilo, dialog bersama tokoh masyarakat Kampung Mandar, Kampung Ujung, dan Lateng.

 “Di Pantai  Cemara  ada dua kegiatan, yaitu pelatihan pembuatan pupuk organik dan berdialog bersama ibu-ibu pembuat makanan dan minuman dari Bakau serta kunjungan ke komunitas pencinta bunga, serta bersih-bersih Pantai Cemara. Acara ditutup dengan dialog bersama 50 perempuan pesisir 40,” kata Supriyadi.

Ketua Perempuan Pesisir (Pepes) Elok Rosyidah mengaku senang menjalin silaturahmi dengan Ipuk. Menurut Elok, pertemuan dengan Ipuk merupakan sebuah momentum yang berharga. Elok menilai  wawasan Ipuk sangat luas dan mampu mengakomodir  aspirasi berbagai kalangan, khususnya ibu-ibu Komunitas Pertanian dan Perikanan Pesisir Banyuwangi.        ”Perjumpaan kami dengan Ibu Ipuk merupakan sebuah jawaban atas kegelisahan akan sosok pemimpin yang mampu menjalin kesinambungan atas prestasi yang telah ditorehkan oleh Banyuwangi,’’ kata Elok.

Di mata perempuan pesisir, Ipuk bisa mengayomi, bersahabat, ramah, serta berwibawa. Karakter tersebut sangat kental tercermin dalam diri Ipuk. ”Spirit beliau dalam memikirkan nasib masyarakat semakin meningkatkan energi kami untuk berpacu memenangkan kontestasi pemilu dengan tetap menjaga kedamaian dan gotong-royong,’’ tegas Elok. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia