Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Bantu Mesin Pencacah Tebu untuk Pakan Ternak

09 Oktober 2020, 09: 25: 47 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MENGABDI: Tim PKM Poliwangi bersama anggota kelompok peternak yang mendapat bantuan mesin pencacah tebu.

MENGABDI: Tim PKM Poliwangi bersama anggota kelompok peternak yang mendapat bantuan mesin pencacah tebu. (TIM PKM FOR JPRG)

Share this          

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, kembali menggelar pengabdian kepada masyarakat. Mereka menyerahkan mesin pencacah batang tebu kepada kelompok ternak unggul sejati di Desa/Kecamatan Gambiran, dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Poliwangi yang terdiri Galang Sandy Prayogo dari Teknik Mesin, Zulis Erwanto dari Teknik Sipil, dan Mustofa Hilmi dari Teknik Pengolahan Hasil Peternakan (TPHP). Kegiatan itu digelar dalam rangka pengabdian kepada masyarkat (PKM) tahun anggaran 2020 dengan sumber dana PNBP.

Mesin pencacah batang tebu itu, untuk memanfaatkan limbah batang tebu yang banyak dibuang dengan diubah menjadi pakan ternak. Para peternak di Desa Tulungrejo, setiap harinya membutuhkan pakan ternak sebanyak 50 kilogram. “Selama ini peternak di Desa Tulungrejo menggunakan sistem manual untuk mencacah batang tebu yang akan dibuat makan ternak,” ujar ketua PKM Poliwangi, Galang Sandy Prayogo.

Menurut Galang, dalam perawatan sapi masih banyak memanfaatkan rumput liar. Pemanfaatan limbah tebu, belum maksimal. Maka diperlukan mesin yang mengubah limbah tanaman tebu sebagai pakan fermentasi. “Untuk mengubah itu, harus ada mesin pencacah yang cocok dan mempercepat proses pencacahan batang tebu,” katanya.

Alat itu, jelas dia, diawali dari hasil observasi kebutuhan yang telah dilakukan tentang kapasitas mesin pencacah yang diinginkan, ukuran hasil cacahan, lama waktu pencacahan, dan teknologi yang digunakan untuk mencacah. Selanjutnya, dilakukan percobaan awal perancangan mekanik, yaitu untuk mendapatkan data-data beban yang digunakan mencacah batang tebu. “Sesuai dengan rancangan awal, mesin ini memiliki kapasitas 200 kilogram per jam,” paparnya.

Sehingga, masih kata dia, dapat membantu peternak dalam mencacah tebu sebagai bahan baku ternak dengan efektif dan efisien. Selain memberi mesin tersebut, tim PKM juga memberikan informasi kepada mitra tentang pencacahan batang tebu. “Hasil cacahan ini selain dapat dimanfaatkan untuk pakan hewan fermentasi, juga dapat dimanfaatkan untuk konservasi lahan secara vegetatif,” ungkapnya.

Galang menambahkan, dari kegiatan PKM ini mitra mendapat wawasan tentang pemanfaatan pengolahan limbah batang tebu yang dapat dijadikan pakan ternak fermentasi, dan manfaat pakan fermentasi, serta pentingnya konservasi lahan vegetatif sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap alam. “Masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan PKM Poliwangi, apalagi kita banyak memberi saran terkait permasalahan yang ada pada kelompok ternak,” jelasnya.

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia