Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Events
icon featured
Events
Lomba Pentigraf dan Putiba

Dalam Satu Bait Jumlah Baris Bebas

08 Oktober 2020, 09: 21: 22 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

AMBIL BAGIAN : Kepala SMPN 3 Wongsorejo Satap Dardiri mampir ke Grha Pena Banyuwangi sebelum berangkat dinas.

AMBIL BAGIAN : Kepala SMPN 3 Wongsorejo Satap Dardiri mampir ke Grha Pena Banyuwangi sebelum berangkat dinas. (FITRI ARIFIANA/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Webinar ”Cukup Tiga Paragraf” yang berlangsung Selasa (6/10) kemarin mendapatkan apresiasi luar biasa. Baik dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, maupun guru dan siswa.

Ada cukup banyak siswa yang mengikuti webinar tersebut. Begitu pula dengan kalangan guru, mereka tidak hanya berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja tetapi juga jajaran guru Sekolah Dasar (SD). Apresiasi lain  muncul melalui WhatsApp Group. Mereka menanyakan kapankah kiranya ada webinar semacam ini lagi.

Webinar bertajuk Cukup Tiga Paragraf tersebut merupakan gagasan dan kolaborasi antara Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dispendik Banyuwangi, beserta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Banyuwangi. Narasumber webinar, Desy Ariyani, blak-blakan tentang Puisi Tiga Bait (putiba). Dia menjelaskan bahwa dalam masing-masing bait, jumlah baris tidak dibatasi. Dan pada masing-masing baris, jumlah kata juga tidak dibatasi. ”Jadi bebas berekspresi untuk menentukan pemilihan kata dalam bait puisi,” terang Desy.

UNTUK TIGA SISWA : Sri Mujiani mewakilkan pendaftaran atas nama SMP 17 Agustus 1945 Cluring.

UNTUK TIGA SISWA : Sri Mujiani mewakilkan pendaftaran atas nama SMP 17 Agustus 1945 Cluring. (FITRI ARIFIANA/RaBa)

Desy mengatakan, dalam satu bait boleh jika hanya ada satu baris. Boleh juga ada lebih dari enam atau delapan baris dalam sebait. Pun demikian, dalam satu baris ada yang terdiri satu kata saja, dan boleh lebih dari itu. Dalam satu bait atau satu puisi, juga bisa memuat satu atau dua kata yang berulang-ulang. ”Repetisi merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan dalam menciptakan puisi,” jelasnya.

Desy yang juga copy editor Jawa Pos Radar Banyuwangi ini berpesan, peserta lomba Putiba tidak perlu ragu dan jangan takut salah. Putiba ini memang hanya terdiri dari tiga bait, tetapi melalui diksi atau pemilihan kata yang tepat maka akan menjadi sebuah puisi yang bermakna dalam.”Silakan kembangkan ide seluas-luasnya. Yang terpenting masih dalam batasan tema lomba dan tentunya jumlah bait puisi cukup tiga saja,” pungkasnya.

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia