Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Bantu Mesin Mixer untuk Tingkatkan Produksi Jamur

07 Oktober 2020, 09: 11: 29 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DISERAHKAN: Ketua PKM Angga Fiveriati (tiga dari kanan) menyerahkan mesin mixer kepada masyarakat Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tegalsari, kemarin.

DISERAHKAN: Ketua PKM Angga Fiveriati (tiga dari kanan) menyerahkan mesin mixer kepada masyarakat Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tegalsari, kemarin. (ANGGRA FOR JPRG)

Share this          

TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik  Negeri  Banyuwangi (Poliwangi) melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM), mendesain mesin mixer pengaduk campuran media tanaman jamur tiram (Buglog) menggunakan poros  berulir. Mesin yang dirancang dengan dana PNBP tahun anggaran 2020 itu, langsung diserahkan kepada masyarakat Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tegalsari, kemarin.

Mesin mixer ini hasil karya mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Mesin, yaitu Eka Angga dan Kevin yang dibimbing Anggra Fiveriati S.T.,M.T. Dalam PKM itu, juga diikuti Nuraini Lusi , S.Pd., M.T dan Asmaul Khusna, S.Pt.,M.M. sebagai anggota.

Ketua PKM, Angga Fiveriati mengatakan dalam proses pencampuran media tanaman jamur tiram di Desa/Kecamatan Tegalsari, selama ini masih menggunakan cara manual, yaitu menggunakan cangkul atau sekrop. “Masyarakat masih banyak yang menggunakan sistem manual, jadi sangat tidak efisien dan itu membutuhkan waktu yang lama,” katanya.

Bahan campuran pembuatan Buglog itu terdiri kalsium, air tanpa campuran apapun atau murni, serbuk kayu limbah penggergajian, dan dedak padi atau bekatul. “Jadi membutuhkan mesin yang sangat efektif dan tepat guna bagi masyarakat,” cetusnya.

Dari permasalahan itu, jelas dia, tim PKM membuat mesin mixer yang menggunakan motor bensin dengan daya lima HP. Sehingga, memiliki kapasitas pengadukan kurang lebih 20 kilogram. “Proses pencampuran menggunakan mesin mixer waktu yang dibutuhkan hanya 1 menit,” paparnya.

Jika dilakukan secara manual menggunakan cangkul atau sekrop, terang dia, untuk proses pencampuran dengan kapasitas yang sama, dibutuhkan waktu 10 hingga 20 menit. Sehingga, dengan adanya mesin ini bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi Buglog di masyarakat. “Jika kualitas dan kuantitas meningkat, maka secara otomatis omzet masyarakat juga akan mengalami peningkatan,” cetusnya.

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia