Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Varietas Kopi Wine Siap Saji, Dispar Siapkan Promosinya

07 Oktober 2020, 07: 39: 50 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

COBA DULU: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda secara langsung memperkenalkan varitas kopi baru ini, Selasa (6/10)

COBA DULU: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda secara langsung memperkenalkan varitas kopi baru ini, Selasa (6/10)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi —Pelaku usaha kopi di Banyuwangi ternyata tidak berhenti berkreasi. Mereka mempersiapkan diri untuk bangkit, dan setelah memasuki adaptasi baru, berbagai kreasi usaha berbasis kopi terlihat.

Salah satunya adalah Wine Robusta. Produk kopi asal Kalibaru ini akan menjadi kekuatan baru dunia kopi Banyuwangi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda secara langsung memperkenalkan varitas kopi baru ini, Selasa (6/10) di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Bramuda menjelaskan, Kalibaru selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Di kecamatan tersebut, perkebunan kopi rakyat mencapai 9.721 hektare. Potensi ini terus dikembangkan hingga sektor hilir. Produk Kopi Wine Robusta ini merupakan hasil olahan pemuda Kalibaru bernama Abdillah. Dia yang memproduksi varitas Wine Robusta ini.

“Biasanya kita menikmati kopi itu Arabica Wine namun anak-anak muda Kalibaru ini sudah bisa membuat Robusta Wine,” kata Bramuda. Wine dan kopi adalah dua hal yang berbeda. Jika wine terbuat dari anggur sedangkan kopi adalah kopi. Kemudian apa pula wine coffee itu? Wine coffee sendiri adalah jenis proses pascapanen yang dialami kopi tersebut dan melahirkan sebuah cita rasa unik menyerupai aroma wine. Kopi yang baik untuk diproses menjadi wine coffee adalah kopi yang ditanam di atas ketinggian at least 1.500 mdpl. Kenapa harus di ketinggian tertentu, karena semakin tinggi kopi ditanam maka akan semakin banyak getahnya.

Lalu bagaimana dengan rasanya? Saat saya mencoba wine coffee ini rasanya cukup unik. Segar, asam dan berbeda saja sensasinya. Yang jelas memberikan sensasi beda saya menyeruput wine coffee ini. Kecamatan Kalibaru merupakan sentra produksi kopi di Banyuwangi. Kopi dari kawasan tersebut, di antaranya dari Kebun Malangsari, telah diekspor rutin ke sejumlah negara.

"Saya sangat senang melihat banyak anak muda yang kini terlibat dalam pengembangan kopi. Tidak hanya bergerak dalam pertanian kopi saja. Tetapi sudah mulai melakukan pemrosesan kopi siap saji. Juga mulai banyak kedai-kedai kopi yang dibuka. Ini memberi nilai tambah ekonomi. Dispar akan bantu pemasarannya," kata Bramuda.

Abdillah mengatakan, dalam memproduksi Wine Robusta Coffee harus melewati beberapa tahap, selain fragmentasi coffee juga melewati proses egging selama 5 bulan.

“Kopi ini melalui proses fragmentasi selama 5 bulan. Proses penjemurannya memang sengaja lebih panjang karena dipercaya semakin lama dijemur, maka ceri akan semakin melekat dengan biji kopi. Dan itulah yang kelak mengeluarkan rasa dan aroma wine,” kata Abdillah kemarin. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia