Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Banyuwangi

Ipuk Siap Bawa 10 Ribu UMKM Naik Kelas

Belanja Sayur dan Sarapan Bareng Warga

07 Oktober 2020, 07: 09: 24 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MENYAPA WARGA: Ipuk Fiestiandani Anas memborong sayuran dan kebutuhan  pokok di Pasar Rogojampi kemarin. Di sana, Ipuk  disambut hangat pedagang dan warga pasar.

MENYAPA WARGA: Ipuk Fiestiandani Anas memborong sayuran dan kebutuhan pokok di Pasar Rogojampi kemarin. Di sana, Ipuk disambut hangat pedagang dan warga pasar.

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pasangan calon bupati (cabup) Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan calon wakil bupati (cawabup) Sugirah menyiapkan sedikitnya 22 program untuk membawa Banyuwangi semakin maju, sejahtera, dan berkah. Salah satunya melalui program 10 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas lewat pendampingan terintegrasi.

Program UMKM Naik Kelas tersebut disampaikan Ipuk saat bertemu dengan warga di Kecamatan Rogojampi kemarin (6/10). Kali ini Ipuk mengawali kegiatan dengan silaturahmi bersama pedagang dan pembeli di Pasar Rogojampi. Bukan hanya bersilaturahmi, Ipuk juga berbelanja sayur serta sarapan pagi bersama warga di pasar tradisional tersebut.

Usai mengunjungi pasar, Ipuk bertemu warga di Dusun Jajang Surat dan Dusun Pancoran, Desa Karangbendo; Perumahan Indah Condro, Dusun Pancoran; dan Dusun Lugjag, Desa Pengatigan di Kecamatan Rogojampi. Dalam pertemuan tersebut, Ipuk mengusung program UMKM Naik Kelas. Program ini untuk menjawab aspirasi masyarakat guna memulihkan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Ipuk mengatakan, terobosan-terobosan untuk memulihkan ekonomi yang sempat terpukul dampak pandemi Covid-19 penting dilakukan. ”Tidak ada obat ekonomi yang lebih manjur selain menggerakkan ekonomi arus bawah, yakni UMKM. Inilah bantalan ekonomi rakyat yang harus kita sokong ramai-ramai, harus kita perkuat. Ipuk-Sugirah sudah punya resepnya,” ujar istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.

Dalam konsep UMKM Naik Kelas ala Ipuk-Sugirah, setiap UMKM bakal mendapatkan berbagai fasilitas. Mulai pelatihan manajemen bisnis, akses modal bersubsidi, alat bantu produksi, sertifikasi (PIRT, Halal, BPOM, dan sebagainya sesuai kebutuhan atau bidang bisnis UMKM tersebut), pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pemasaran online, branding (termasuk kemasan), fasilitasi pemasaran (business matching, dukungan marketplace nasional, dan lainnya), dan sebagainya. ”Misalnya soal akses modal bersubsidi, bakal dibangun kemitraan pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk bisa memberikan permodalan yang mudah dan murah, di mana pemerintah daerah ikut mendampingi agar UMKM tak lagi kesulitan mengakses modal,” beber Ipuk.

Muara dari langkah-langkah tersebut, sambung Ipuk, adalah UMKM Banyuwangi bisa naik kelas. ”Apa itu naik kelas? Kami sudah susun indikatornya,” imbuhnya.

Indikator UMKM naik kelas di antaranya adalah penguasaan sistem digital yang baik dengan pemasaran online, tersertifikasi sesuai bidang bisnisnya, go national dengan mengirim barang ke luar daerah, serta literasi keuangan yang baik dengan penerapan manajemen keuangan sederhana. Juga bisa meningkatkan variasi produknya. Misalnya, dari produk segar sudah bisa menyajikan frozen food siap saji dengan teknologi tertentu.

Ipuk menambahkan, indikator utama UMKM naik kelas adalah peningkatan omzet UMKM tersebut. Jika bisnis UMKM semakin besar, maka akan berdampak pada penambahan lapangan kerja baru bagi masyarakat. ”Artinya, ini memulihkan ekonomi, memperkuat UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga. Jika dipercaya oleh masyarakat Banyuwangi, kami targetkan bisa membawa 10 ribu UMKM naik kelas di tahun pertama kepemimpinan kami,” pungkas Ipuk. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia