Rabu, 28 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Events
icon featured
Events
Lomba Pentigraf dan Putiba

Pilih Satu dari Lima Puluh Puisi

29 September 2020, 08: 55: 58 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

LITERASI : Dua siswa dari SMP Tri Bhakti Tegaldlimo bersama kasek dan guru pembimbing.

LITERASI : Dua siswa dari SMP Tri Bhakti Tegaldlimo bersama kasek dan guru pembimbing. (MASHUDI For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ribang Kala Aksa merupakan sebuah buku kumpulan puisi terbaru karya H Samsudin Adlawi. Ada sekitar 50 puisi yang termaktub dalam buku tersebut. Peserta lomba penulisan Cerita Pendek Tiga Paragraf (Pentigraf) cukup memilih salah satu puisi dari buku tersebut untuk bahan saduran.

Kemudian peserta tinggal mengembangkan puisi yang sudah dipilih menjadi sebuah cerita pendek yang singkat. Hanya terdiri dari tiga paragraf saja. Tentunya dengan tetap memasukkan kaidah-kaidah pembuatan cerpen. Di antaranya struktur cerpen (alur, penokohan, dsb), pemilihan kata (diksi), serta kesesuaian tema. Penilaian lomba Pentigraf nantinya juga akan didasarkan pada poin-poin tersebut.

 Sementara untuk pendaftaran lomba masih dibuka hingga nanti tanggal 20 Oktober. Calon peserta bisa langsung datang ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Grha Pena Banyuwangi Jalan Brawijaya 77 Banyuwangi atau ke Radar Biro Genteng di Ruko Madania Jalan Hasyim Asyari 42 Genteng. Bisa juga menghubungi Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Banyuwangi Mashudi.

DIAPIT : Kepala SMPN 3 Singojuruh Yuli Eka Ismarini bersama dua siswi.

DIAPIT : Kepala SMPN 3 Singojuruh Yuli Eka Ismarini bersama dua siswi. (MASHUDI For RaBa)

Karena masih dalam masa pandemi, maka peserta cukup mengumpulkan karya berupa file melalui surat elektronik (surel). Naskah diketik dalam format MS Word dengan format .doc. Menggunakan tipe huruf Times News Roman dengan ukuran 12 dan spasi 1,5. Setelah itu file bisa langsung dikirim melalui surel atau email ke alamat radarbwieven@gmail.com. Sertakan PENTIGRAF dalam subjek surel. Walau pengumpulan terakhir 21 Oktober 2020, bagi peserta yang sudah selesai membuat Pentigraf boleh langsung mengumpulkan karyanya tanpa perlu menunggu akhir waktu pengumpulan.

Jadi,”jangan takut rindu” seperti arti kata Ribang Kala Aksa. Jangan takut membuat karya sastra, jangan takut mengembangkan imajinasi dalam membuat Pentigraf. Tiga paragraf bukan halangan, tetapi anggaplah sebagai tantangan. Mumpung waktu masih panjang, ayo segera daftar lomba penulisan Pentigraf!

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia