Kamis, 01 Oct 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
Politeknik Negeri Banyuwangi

Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Bantu Budidaya Ikan Nila Akuaponik

16 September 2020, 18: 02: 54 WIB | editor : Ali Sodiqin

PEMBERDAYAAN: Para mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) membuat kolam ikan nila yang di atasnya terdapat akuaponik, Minggu (6/9)

PEMBERDAYAAN: Para mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) membuat kolam ikan nila yang di atasnya terdapat akuaponik, Minggu (6/9) (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Untuk membantu perekonomian masyarakat,  mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melakukan program hibah desa binaan budidaya ikan nila akua ponik (PHDB Buaya Laki) di Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, kemarin (6/9).

Ketua PHDB Buaya Laki, program tersebut sudah dilaksanakan sejak bulan Juni lalu. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, para mahasiswa bersama dengan karang taruna Dusun Gurit, Desa Pengatigan membuat kolam ikan nila dari terpal. Uniknya, di atas kolam ikan nila dari terpal tersebut juga terdapat tanaman yang diletakkan di tengah-tengah pipa paralon atau biasa disebut dengan akuaponik.

Kebanyakan orang, kata Guntur menganggap kotoran adalah hal yang dapat menimbulkan masalah karena bau yang tidak sedap, tetapi ternyata dapat memberikan manfaaat seperti dijadikan pupuk akuaponik yang berasal dari kotoran ikan nila. “Pupuk untuk tanaman didapatkan dari kotoran ikan yang sudah diubah menjadi senyawa baik untuk keduanya,” ujar Guntur.

Akuaponik merupakan sistem pertanian modern gabungan dari budidaya hidroponik dan akuakultur, yang teknik dari budidaya ikan dan memberdayakan air secara bersamaan. “ Ikan nila yang berumur tiga bulan kotoran nya sudah bisa dibuat sebagai pupuk akuaponik dan ketika ikan nila berumur tujuh bulan, maka ikan nila siap dikonsumsi,” katanya.

Dengan memanfaatkan perkarangan rumah ini, bisa sebagai lahan pertanian. Teknisnya cukup mudah hanya dengan menyiapkan kolam ikan nila dari terpal, lalu pipa paralon sebagai tempat mengalirnya air,tangki ikan,pompa air sebagai sistem sirkulasi atau filtrasi. “Program hibah desa binaan budidaya ikan nila akua ponik ini bisa terus dimanfaatkan oleh warga untuk membantu perekonomian warga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Dusun Gurit, Muh.Imron mengaku, sistem akuaponik ini sangat bermanfaat bagi warga untuk membantu perekonomian. Meski belum dirasakan, namun perkembangannya sangat menggembirakan.

“Tanaman tidak perlu disiram atau diberi pupuk setiap hari secara manual. Air di dalam kolam akan di dorong ke atas menggunakan bantuan pompa hingga dapat menyirami tanaman,” jelasnya.

Keuntungan akuaponik, kolam ikan menjadi lebih bersih, air tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi ikan karena dalam sistem akuaponik terdapat proses filtrasi, dan sirkulasi. Air di dalam kolam dimanfatkan oleh tanaman, kemudian sisa atau pembuangan air dari tanaman akan masuk kembali ke dalam kolam.

Jenis tanaman yang bisa digunakan pada sistem akuaponik ini tidak hanya untuk sayuran hijau tetapi hampir semua jenis tanaman baik kangkung, seledri, sawi, bayam, tomat, cabai, melon yang jika menggunakan pupuk ini terasa lebih segar dan kaya rasa karena pupuk yang bebas dari bahan kimia karena murni organik.

“Ini merupakan terobosan terbaru di dunia pertanian, dimana kotoran ikan nila dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman dengan memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas sebagai inovasi sistem pertanian di masa depan,” pungkasnya.

PEMBERDAYAAN: Para mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) membuat kolam ikan nila yang di atasnya terdapat akuaponik, Minggu (6/9)

PEMBERDAYAAN: Para mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) membuat kolam ikan nila yang di atasnya terdapat akuaponik, Minggu (6/9) (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia