Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Zona Merah, TNI Jaga Rumah Sakit

16 September 2020, 07: 49: 50 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PERANG MELAWAN COVID: Dua personel TNI AD mengajak pengunjung RSUD Blambangan menaati protokol kesehatan

PERANG MELAWAN COVID: Dua personel TNI AD mengajak pengunjung RSUD Blambangan menaati protokol kesehatan (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

Sejumlah anggota TNI AD berjaga-jaga di RSUD Blambangan sejak beberapa hari terakhir. Tak hanya mengawasi para pasien yang tengah berobat, kehadiran tentara tersebut ikut memantau perkembangan kasus Covid-19 yang ditangani rumah sakit.

Personel TNI AD memang disiagakan di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19. Sejak peta Banyuwangi berubah menjadi zona merah, Kodim 0825 menyebar anggotanya untuk ikut menegakkan disiplin menjaga protokol kesehatan di rumah sakit. Itu dilakukan semata untuk menekan tingginya angka penyebaran virus korona.

Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto mengatakan, ada enam rumah sakit rujukan yang dijaga TNI sejak seminggu terakhir. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan ruang isolasi dan ketertiban dari para pengunjung.

SIAGA: Kehadiran TNI ikut memantau perkembangan kasus Covid-19 yang ditangani rumah sakit.

SIAGA: Kehadiran TNI ikut memantau perkembangan kasus Covid-19 yang ditangani rumah sakit. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Menurut Eko, rumah sakit menjadi titik vital penyebaran virus korona. Karena itu keamanan proses isolasi dan kepatuhan para pasien yang ada benar-benar harus ditegakkan. Alasan itulah yang membuatnya ikut menerjunkan personel untuk mempermudah tugas tenaga medis di lapangan. ”Satu rumah sakit rata-rata dua orang. Ada yang lebih, tergantung banyak ruang isolasi di dalamnya. Mereka berjaga 1 x 24 jam. Ini juga bagian dari instruksi presiden untuk ikut membantu keamanan di instalasi penanganan Covid-19,” tegasnya.

Personel TNI AD akan tetap disiagakan di rumah sakit sampai nantinya status Banyuwangi turun dari zona merah menjadi zona oranye. Setidaknya sampai angka penularan virus turun signifikan. ”Kasus pasien lari dari rumah sakit beberapa waktu lalu ikut menjadi perhatian kita. Kehadiran TNI AD di rumah sakit juga menjaga kedisiplinan  physical distancing pasien dan penggunaan masker,” tegas Eko.

Kepala Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Blambangan Inti Bawono mengatakan, keberadaan anggota TNI cukup membantu tugas petugas medis. Selain menjaga keamanan, ada juga yang ikut membantu menata alur rujukan pasien. Mereka secara rutin mencatat ketersediaan ruang isolasi, termasuk kondisi pasien.

Ketika ada tambahan pasien Covid, anggota TNI langsung berkomunikasi dengan ruang isolasi untuk memastikan ketersediaan ruangan. ”Mereka juga membuat laporan ke Wakil Ketua Gugus Tugas. Data kita terus terpantau,” tandasnya. (fre/aif/c1)

 

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia