Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Ipuk Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Usaha Kreatif

15 September 2020, 07: 44: 50 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Ipuk Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Usaha Kreatif

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bakal Calon Bupati (Cabup) Ipuk Fiestiandani Azwar Anas terus menunjukkan keberpihakan pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan upaya mencetak wirausahawan muda di Banyuwangi. Salah satunya dia tunjukkan saat meresmikan Griya Batiq yang berlokasi di Jalan Kembiritan, Kecamatan Genteng kemarin (14/9).

Griya Batiq tersebut menjual batik khas Banyuwangi, mulai batik tulis, semi tulis, udeng batik, hingga busana batik pria dan wanita. Batik yang dipamerkan sekaligus dijual di galeri tersebut merupakan karya para pelajar SMK Bustanul Falah (Bufa) Genteng.

Ipuk mengaku sangat bangga lantaran para pelajar SMK tersebut mampu membuat batik dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan karya pembatik-pembatik yang telah kenyang pengalaman. ”Salut untuk mereka yang sangat produktif. Satu hari bisa memproduksi puluhan batik bahkan lebih. Anak-anak muda ini adalah penggerak ekonomi kreatif,” ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banyuwangi tersebut.

Sebelum meresmikan Griya Batiq, Ipuk melihat langsung proses pembuatan batik yang dilakukan oleh para pelajar SMK tersebut, mulai proses menulis, canting, pewarnaan, menjahit, hingga menjadi kain dan busana batik yang seluruh prosesnya dilakukan  pelajar SMK Bufa.

Di kesempatan yang sama, Ipuk juga memberikan motivasi kepada para pelajar SMK yang menggelar pelatihan marketing dan branding produk. Dalam pelatihan itu, Ipuk memberikan kiat-kiat menjadi pengusaha. ”Menjadi pengusaha itu yang terpenting adalah niat yang kuat dan pantang menyerah. Jangan pernah takut salah, karena dari kesalahan itu membuat kita belajar,” kata dia.

Selain pantang menyerah, Ipuk mengajak para peserta untuk meningkatkan daya jual produknya dengan melakukan kreasi dan inovasi. Kreasi bisa dilakukan dengan membuat satu bahan baku menjadi beberapa produk.

Sementara inovasi bisa dilakukan untuk melakukan lompatan penjualan. Misalnya dengan berkolaborasi dengan pihak lain untuk pemasaran. ”Untuk bisa berkreasi dan berinovasi, seorang wirausaha harus mau terus belajar. Menimba ilmu dan pengalaman dari orang-orang sudah lebih dulu sukses, yang sudah jalan bisnisnya,” pesan Ipuk.

Ipuk mengatakan selama ini Banyuwangi telah memberikan perhatian khusus pada perkembangan batik karya desainer lokal dan SMK, dengan berbagai pelatihan dan pendampingan dari desainer ternama nasional. Antara lain Ali Charisma, Yunita Kosasih, Alphiana Chandrayani, Alben, Agus Suhandar, Ye-eti, dan Farhan.

Karya-karya desainer pelajar SMK bahkan turut ditampilkan di event Banyuwangi Batik Festival (BBF). ”Pada perhelatan BBF karya-karya desainer daerah berhasil mencuri perhatian para pengunjung. Banyak yang tidak menyangka desainer lokal, bahkan siswa SMK, bisa menyuguhkan rancangan busana batik yang tak kalah menarik,” ujarnya.   

Ketua Yayasan Bustanul Falah Kholilur Rohman mengatakan, selama ini Pemkab Banyuwangi telah banyak memberikan perhatian pada SMK. Hasilnya karya-karya SMK banyak yang dilirik oleh daerah lain.

Menurut Kholilur batik karya siswanya telah banyak dikirim ke berbagai daerah, seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan daerah lainnya. ”Saat ini saja kami mendapat permintaan 1.500 batik dari Lamongan. Mereka meminta desain khusus dan yang mengerjakan adalah para pelajar di sini,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia