Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Konsumen Manfaatkan Program Relaksasi Iuran JKN-KIS

11 September 2020, 15: 36: 28 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TERBANTU MANFAAT: Janu Sandiari kini merasa tenang dengan program adanya relaksasi JKN-KIS

TERBANTU MANFAAT: Janu Sandiari kini merasa tenang dengan program adanya relaksasi JKN-KIS

Share this          

BANYUWANGI,Jawa Pos Radar Banyuwangi-Pada masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah memberikan keringanan dalam membayar iuran JKN-KIS kepada peserta yang sudah terdaftar sebelumnya dengan kriteria minimal memiliki tunggakan 6 bulan ditambah 1 bulan berjalan, program itu bernama relaksasi iuran.

Saat program dilaksanakan, banyak peserta JKN-KIS yang ingin mengikutinya. seperti Janu Sandiari (45), warga Jalan Kenangan Desa Mojopanggung Kecamatan Giri, Banyuwangi. Janu mendapatkan informasi dari kader JKN yang sudah pernah berkomunikasi dengan dia sebelumnya. Janu mengaku tertarik dengan program relaksasi karena sudah 24 bulan iurannya belum dia dibayarkan.

“Saya pertama dapat kabar ada program relaksasi iuran dari kader JKN, kartu milik saya serta keluarga tidak aktif selama 24 bulan. Jadi supaya ingin aktif lagi, saya ikut program relaksasi ini. Saya sangat tertarik dengan program relaksasi ini dan sudah berhasil mengikutinya,” kata Janu.

Kader JKN merupakan mitra BPJS Kesehatan yang sangat berperan penting dalam pelaksanaan program JKN-KIS, termasuk untuk menyosialisasikan program relaksasi ini. Program ini berlaku sampai Desember 2020. Untuk Janu sendiri, dia sudah mendaftarkan program relaksasi ini pada Agustus 2020 lalu.

“Saya mengikuti program relaksasi pada bulan Agustus lalu dibantu oleh kader untuk prosesnya. Alhamdulillah tidak ada kendala apapun saat prosesnya,” ujarnya.

Janu menjelaskan, bawah keinginan dirinya mengikuti relaksasi iuran ini adalah untuk mempermudah dalam membayar premi selama 24 bulan dan kartunya ingin aktif kembali. “Saya ikut relaksasi ini untuk mempermudah dan ingin mengaktifkan kembali kartu saya yang tidak aktif karena belum membayar selema 24 bulan itu,” ujarnya kemarin.

Selama menjadi peserta JKN-KIS, Janu sebetulnya belum pernah menggunakan kartunya untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, namun dia mengaku bahwa sakit bisa terjadi kapan saja. Dirinya tidak ingin ketika sakit harus langsung membayar iuran yang tertunggak sebelumnya. Ia menginginkan kartunya dapat segera aktif dan iuran yang tertunggak bisa terbayar dengan ikut relaksasi ini.

“Sebetulnya saya belum pernah sama sekali menggunakan kartu ini untuk berobat, tapi kan sakit bisa kapan aja, jadi saya berpikir kalau nanti pas sakit saya harus membayar iuran 24 bulan secara langsung, karena ada relaksasi maka saya bisa mencicil tanggungan dan sangat membantu saya dalam membayar iuran. Jadi saya atau keluarga tetap bisa menggunakan kartu ini, saya tidak harus membayar tunggakannya,” katanya.

Program relaksasi ini ada aturan yang harus dipatuhi, yaitu jika bulan berikutnya tidak membayar iuran kembali, maka programnya akan otomatis langsung diberhentikan oleh sistem dan kepesertaannya menjadi non aktif kembali. Selain itu, sisa premi yang belum dibayarkan tidak bisa dicicil dan jika ingin aktif kembali harus membayar preminya secara langsung.

Janu mengajak kepada seluruh masyarakat yang belum terdaftar untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS dan yang belum membayar iuran lebih dari enam bulan ditambah satu bulan berjalan agar bisa mengikuti program relaksasi iuran ini dengan cara mengakses di mobile JKN atau bisa langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

“Saya pribadi, untuk masyarakat yang belum mendaftarkan menjadi peserta JKN-KIS segaralah untuk mendaftar, karena program JKN ini sangat bagus dan sangat membantu masyarakat Indonesia. Saya juga mendaftarkan diri dan keluarga untuk jaga-jaga, sakit itu kita tidak kapan terjadinya. Selain itu, saya mengajak juga untuk yang lupa dengan iurannya, segeralah untuk mengikuti program relaksasi ini karena ini akan sangat berdampak baik,” ajak Janu. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia