Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
September Hari Kanker Internasional

PGRI Dukung Pasien Kanker Dapat Hak Pendidikan

10 September 2020, 15: 16: 37 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

DUKUNGAN MORAL: Sudarman (dua dari kanan), Anisah Harun (kiri) bersama siswa-siswi/penderita kanker usai mengikuti talkshow virtual Peran sekolah-ku Bagi Anak Penderita Kanker, Kamis (10/9) di SMPN 1 Giri.

DUKUNGAN MORAL: Sudarman (dua dari kanan), Anisah Harun (kiri) bersama siswa-siswi/penderita kanker usai mengikuti talkshow virtual Peran sekolah-ku Bagi Anak Penderita Kanker, Kamis (10/9) di SMPN 1 Giri. (TOHA/JPRABA)

Share this          

BANYUWANGI— Talkshow virtual “Peran sekolah-ku Bagi Anak Penderita Kanker” yang digelar secara online pada Kamis (10/9) berlangsung gayeng. Acara yang diprakarsai Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Surabaya ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Giri Sudarman.

Dalam sambutannya, Sudarman memberikan apresisasi kepada YKAKI yang turut memperhatikan pelajaran bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. Menurut Sudarman, program Sekolah-Ku ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan psikososial anak. “Jangan sampai ketika mereka menjalani pengobatan, semua pelajaran tidak terakomodir. Maka kami yang juga sebagai Ketua PGRI Banyuwangi mendorong sekolah untuk tetap mengawal para siswanya yang sedang menjalani pengobatan kanker atau jenis penyakit lainnya untuk tetap memberikan hak-hak pendidikannya,” kata Sudarman kemarin.

Sementara itu Ketua YKAKI cabang Surabaya Anisah Harun mengatakan, talkshow ini dalam rangka September Hari Kanker Internasional. Menghadirkan tiga narasumber yakni dr Andi Cahyadi, SpA Divisi Hematologi Onkologi, Dept Ilmu Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo/Fakultas Kedokteran Unair Surabaya; Dr Anne Susanty, SpA (K),M.Kes Konsultan Hematologi Onkologi Anak Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo Bandung; Meydika Wulandari, S.Pd Guru Sekolah-ku YKAKI Cabang Surabaya.

“Program "Sekolahku" bagi penderita Childhood Cancer sebagai upaya memberikan hak menempuh pendidikan bagi para anak penderita kanker yang menjadi pasien. Karena visi kita agar hak anak untuk sekolah itu terus ada. Meski harus menjadi siswa binaan dan menjalani pengobatan," ujar Anisah.

Di YKAKI Surabaya, kata dia, ada beberapa guru yang membantu kami dalam berkegiatan belajar mengajar. Harapannya program ini bisa menjembatani anak yang sedang proses pengobatan agar bisa terus sekolah. Dalam menerapkan Sekolahku, pihaknya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan sekolah asal terkait kurikulum yang harus didapat oleh anak. “Mengingat, sebagai pasien kanker, anak tidak bisa menjalani kegiatan belajar di sekolah asalnya. Tentunya kita berkomunikasi dengan sekolah asalnya terkait kurikulum yang didapat,” ujar Anisah. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia