Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng
Politeknik Negeri Banyuwangi

Kenalkan Teknologi ADIS untuk Irigasi Petani Cabai

08 September 2020, 10: 24: 04 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIMBOLIS: Ketua tim dosen Poliwangi Kurniawan Muhammad Nur (dua dari kiri) didampingi P3M Poliwangi Arya (kanan) menyerahkan alat ADIS kepada anggota kelompok tani Semanggi Suharto.

SIMBOLIS: Ketua tim dosen Poliwangi Kurniawan Muhammad Nur (dua dari kiri) didampingi P3M Poliwangi Arya (kanan) menyerahkan alat ADIS kepada anggota kelompok tani Semanggi Suharto. (KURNIAWAN FOR JPRG)

Share this          

WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Genteng- Tim dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menggadakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Acara yang digelar pada Maret hingga Desember 2020 itu, merupakan Program Kemitraan Masyrakat (PKM) yang didanai Kementerian Riset dan Teknologi /Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek-Brin).

Tim dosen Poliwangi Kurniawan Muhammad Nur, Endi Sailul Haq, dan Devit Suwardiyanto dalam program ini mengatasi permasalahan yang dialami petani cabai, terutama yang tergabung kelompok tani Semanggi di Desa Alasrejo, yaitu mengenai irigasi lahan dengan teknologi Automatic Drip Irrigation System (ADIS). “Semoga dengan teknologi ADIS ini dapat memberi solusi yang berkelanjutan,” ujar ketua tim dosen Poliwangi Kurniawan Muhammad Nur.

Menurut Kurniawan, teknologi ADIS itu pemberian air dan pupuk kepada tanaman secara bersamaan dengan sistem penyiraman secara tetes atau drip yang dilakukan dengan teknologi Information technology (IT). Ini dapat diatur secara otomatis melaui World Wide Web (WEB). Sehingga, bisa berjalan beberapa kali dan beberapa mili setiap harinya. “Teknologi ADIS ini sudah digunakan di beberapa negara, seperti Jepang, sekarang teknologi ini sudah digunakan oleh kelompok tani Semanggi di Desa Alasrejo,” jelasnya.

Dalam teknologi ADIS ini, terang dia, penyuplai tenaga untuk operasional pompa menggunakan solar panel yang diletakkan diatas tandon air dan pupuk. Sehingga ini sangat praktis. Teknologi ini harapan baru untuk menyelesaikan permasalahan irigasi yang selama ini sulit dipecahkan dan membutuhkan biaya sangat tinggi. “Semoga kedepan, pemanfaatan teknologi ADIS dan IT ini dapat dilakukan dalam pengembangan Pertanian di Banyuwangi, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat,” harapnya.(abi)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia