Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Ipuk Fiestiandani-Sugirah

Fokus Pembangunan Berbasis Keluarga

07 September 2020, 07: 54: 00 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERSAHAJA: Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah (depan baju putih) berjalan kaki menuju kantor KPU Banyuwangi untuk mendaftar sebagai pasangan cabup-cawabup kemarin (6/9).

BERSAHAJA: Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah (depan baju putih) berjalan kaki menuju kantor KPU Banyuwangi untuk mendaftar sebagai pasangan cabup-cawabup kemarin (6/9).

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bakal pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi kemarin (6/9). Duet yang diusung dan didukung koalisi 11 partai politik (parpol) ini berangkat dari kediaman pribadi Ipuk di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, dengan berjalan kaki.

       Sebelum berangkat ke kantor KPU, Ipuk berpamitan kepada para Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kelurahan Kebalenan. Istri Bupati Abdullah Azwar Anas itu juga telah bertemu dengan para tetangga.

       Sementara itu, pemberangkatan menuju KPU dilakukan secara bersahaja. Prosesi ini didahului dengan santunan anak yatim serta pembacaan selawat. Sejumlah ulama dan kiai hadir memberi doa dan restu. Hadir pula para tokoh lintas agama, mulai sejumlah kiai kampung, tokoh agama Hindu, Kristen, Katolik, Buddha, hingga Konghucu. Selain itu, berbagai perwakilan elemen masyarakat turut hadir memberikan doa dan dukungan, mulai komunitas perempuan, dunia usaha, milenial, seniman, warga lansia, hingga penyandang disabilitas. Tampak istri mantan Bupati Banyuwangi, Ny Erna Samsul Hadi, hadir memberikan dukungan di kediaman Ipuk menjelang pendaftaran.

       Jajaran parpol pengusung juga hadir dan mendampingi duet Ipuk-Sugirah yang notabene merupakan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan anggota DPRD Banyuwangi itu menuju kantor KPU. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Made Cahyana Negara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Supriyadi K.S, Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Naufal Badri, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Fauzan, dan Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Basuki Rachmad hadir bersama jajarannya.

       Bukan itu saja, jajaran parpol pendukung, antara lain Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Sugiharto, Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Khairul Falah, Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Gangsar Widodo, Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Banyuwangi Iqbal Baraas, Ketua DPD Partai Beringin Karya (Berkarya) Hartono, dan unsur Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) Banyuwangi juga ikut mendampingi Ipuk-Sugirah menuju ke kantor KPU Banyuwangi. Bahkan, hadir pula jajaran pengurus parpol tingkat Jatim dan sejumlah anggota DPR RI dari partai pengusung, di antaranya Sonny Danaparamita dan Mufti Anam dari PDIP juga hadir. “Bismillah, mohon maaf dan mohon doa semuanya. Ini bukan soal kekuasaan, ini panggilan pengabdian untuk mewujudkan Banyuwangi yang saat ini sudah baik agar lebih baik lagi,” ujar Ipuk sesaat sebelum berangkat menuju kantor KPU.

       Di sepanjang jalan menuju KPU di Jalan KH Agus Salim, duet Ipuk-Sugirah disambut antusias warga. Masyarakat keluar rumah menyapa, melambaikan tangan, hingga mendokumentasikan Ipuk-Sugirah. Warga juga bersorak girang memberi dukungan. “Bismillah Bu Ipuk, menang,” ujar Rahmawati, salah seorang warga.

       Sesampai di kantor KPU, rombongan diterima langsung Ketua KPU Dwi Anggraini bersama empat komisioner lain. Setelah mengisi daftar hadir dan melakukan registrasi, pasangan Ipuk-Sugirah bersama para ketua dan sekretaris parpol pengusung lantas dipersilakan masuk ruang pendaftaran.

       Setelah melakukan pemeriksaan dokumen syarat pencalonan dan syarat calon, pihak KPU menyatakan menerima pendaftaran paslon Ipuk-Sugirah. Selanjutnya, duet tersebut akan menjalani rangkaian tes kesehatan di Rumah Sakit (RS) Syaiful Anwar, Malang mulai Selasa (8/9) sampai Jumat (11/9).

       Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Banyuwangi, Ari Mustofa mengatakan, pihaknya menerima pendaftaran pasangan Ipuk-Sugirah lantaran berdasar hasil pemeriksaan kelengkapan pendaftaran, syarat pencalonan pasangan tersebut sudah lengkap dan sah serta syarat calon sudah lengkap. “Selanjutnya kami akan memeriksa syarat calon lebih detail. Jika ada yang perlu diperbaiki, ada masa perbaikan pada 14 sampai 16 September mendatang,” ujarnya.

       Sementara itu, usai melakukan pendaftaran, Ipuk menyatakan apresiasi atas kinerja KPU Banyuwangi. “Terima kasih sahabat-sahabat KPU, proses pendaftaran berjalan sangat baik. Ada protokol kesehatan, semuanya diatur dengan baik. Terima kasih juga untuk sahabat-sahabat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mari bersama-sama wujudkan Pilbup yang bersih, sejuk, merayakan politik dengan kegembiraan,” kata dia.

       Ipuk mengaku bersyukur salah satu tahap penting pelaksanaan Pilbup Banyuwangi dapat dilalui dengan lancar. “Alhamdulillah, hari ini kami Paslon Ipuk-Sugirah sudah melaksanakan kewajiban sebagai bakal cabup-cawabup, yakni mendaftar ke KPU. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar. Kami diantar parpol pengusung dan pendukung. Tepat 11.45 kami sudah menerima pengesahan KPU,” ujarnya.

       Ditanya tanggapan setelah mendapat dukungan enam parpol non parlemen menjelang pendaftaran kemarin, Ipuk menegaskan bahwa dukungan yang diberikan Perindo, PSI, PAN, Berkarya, Garudam dan PKPI, merupakan dukungan nyata. “Dukungan tersebut dibuktikan dengan surat dari DPC, DPW, hingga DPP parpol. Ini membuktikan 6 parpol tersebut mendukung kami sebagai cabup-cawabup. Bahkan, para pengurus enam parpol itu juga mendampingi kami mendaftar ke KPU,” tegasnya.

       Sekadar diketahui, pada Pilbup kali ini pasangan Ipuk-Sugirah diusung lima parpol peraih total 446.896 suara. Enam lima parpol tersebut memiliki kekuatan 28 kursi atau setara 56 persen kursi DPRD Banyuwangi. Selain itu, paslon yang satu ini juga mendapat dukungan dari enam parpol non parlemen yang pada Pemilu lalu meraih total dukungan sebanyak 63.892 suara.

       Dengan dukungan koalisi jumbo tersebut Ipuk mengaku optimistis bisa memenangkan Pilbup 2020. “Dengan doa para ulama, para tokoh agama, kolaborasi parpol dan seluruh elemen rakyat, kami yakin memenangkan Pilbup dan memenangkan cita-cita masyarakat untuk terus membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi Banyuwangi,” ujar Ipuk. (sgt/aif)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia