Sabtu, 26 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

BKKBN Kampanye Generasi Berencana Ceria

04 September 2020, 07: 24: 21 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GENRE CERIA: Para peserta berfoto narasumber usai sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020  di masjid Baitul Ma'wa, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, siang kemarin.

GENRE CERIA: Para peserta berfoto narasumber usai sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020 di masjid Baitul Ma'wa, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, siang kemarin. (SHULHAN/JAWAPOS.COM)

Share this          

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj Nihayatul Wafiroh, dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi, kembali menggelar sosialisasi Generasi Berencana (GenRe). Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Ma’wa, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari.

Dalam acara yang bertajuk ”Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020” ini, para peserta yang terdiri dari kalangan muda diberi pembekalan dan wawasan seputar generasi berencana.

Dalam acara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj Nihayatul Wafiroh tidak hanya menyampaikan soal GenRe Ceria. Kepada peserta, dia juga banyak menyinggung kondisi santri yang tengah menghadapi korona. Nihaya menegaskan saat ini kondisi sudah mulai membaik dan teratasi. Selain itu dia juga mengajak semua pihak agar mematuhi protokol kesehatan. ”Santri baik-baik saja, mari patuhi protokol,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi  Lukman Al Hakim mengajak generasi muda untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki. Usia produktif yang dimiliki Banyuwangi harus diisi dengan baik. Salah satunya dengan merencanakan pernikahan yang baik. ”Banyaknya usia muda ini harus menjadi bonus demografi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Malang Nyigit Wudi Amini menyebut, sosialisasi GenRe Ceria ini merupakan upaya strategis BKKBN yang bermitra dengan komisi IX DPR RI dan dikemas dalam kegiatan GenRe Ceria tahun anggaran 2020. ”Ini acara kita, bekerja sama dengan DPR RI dan mitra,” ujarnya.

Nyigit menambahkan, saat ini generasi muda perlu diberi pemahaman terkait usia ideal pernikahan. Berdasar data yang ada, angka pernikahan usia 19 tahun di kawasan Tapal Kuda Jatim cukup tinggi. Orang tua maupun generasi muda perlu dipahamkan mengenai pentingnya pemilihan usia ini. ”Usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, ini paling ideal dari berbagai aspek,” jelasnya.

Nyigit juga menyarankan agar pendekatan sosialisasi GenRe kepada kalangan muda harus dilakukan secara kreatif. Bahkan, saat ini semboyan mereka ”yang muda yang keren” dipadukan dengan gaya jari yang sedang populer. ”Gerakan jarinya begini, mirip drama Korea,” pungkasnya. (sli/bay/c1)

(bw/sli/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia