Jumat, 25 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng
BKKBN

Ajak Hindari Pernikahan Dini

07 Agustus 2020, 18: 01: 53 WIB | editor : Ali Sodiqin

NIKAH IDEAL: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Nihayatul Wafiroh (dua dari kiri) bersama Kabid Dalduk BKKBN Jawa Timur Uni Hidayati (kiri), dan Plt Kadinsos Banyuwangi Lukman Hakim dalam sosialisasi GenRe Ceria di Masjid Baitussalam, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (7/8).

NIKAH IDEAL: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Nihayatul Wafiroh (dua dari kiri) bersama Kabid Dalduk BKKBN Jawa Timur Uni Hidayati (kiri), dan Plt Kadinsos Banyuwangi Lukman Hakim dalam sosialisasi GenRe Ceria di Masjid Baitussalam, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (7/8). (BAGUS RIO/JPRG)

Share this          

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Nihayatul Wafiroh, dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banyuwangi, menggelar sosial generasi berencana (GenRe) Ceria di Masjid Baitussalam, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (7/9)

Kepala Bidang (Kabid) Dalduk BKKBN Provinsi Jawa Timur Uni Hidayati, sosialisasi GenRe Ceria ini dilaksanakan untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. Sampai saat ini, di wilayah kabupaten tapal kuda, termasuk di Kabupaten Banyuwangi, angka pernikahan yang masih berumur remaja termasuk sangat tinggi. “Pasangan yang melakukan pernikahan, itu idealnya untuk perempuan berumur 21 tahun, kalau laki-laki beruumur 25 tahun,” katanya.

Dalam program GenRe Ceria ini, terang dia, ada delapan fungsi yang bisa membangun dan memperkokoh kehidupan dalam keluarga, yaitu, fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosial pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi lingkungan.  “Melakukan pernikahan jangan terlalu muda, jangan terlalu tua, jangan terlalu banyak, dan jangan terlalu sering,” ujarnya seraya menyebut sosialisai GenRe Ceria ini, upaya strategis BKKBN yang bermitra dengan komisi IX DPR-RI dan dikemas dalam kegiatan GenRe Ceria tahun anggaran 2019.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Nihayatul Wafiroh dalam acara itu tidak hanya menyampaikan soal GenRe Ceria, tapi juga sosialisasi bahaya Covid-19.kepada para orang tua. “Mari kita hidup bersih, sering cuci tangan, masker dipakai hanya satu hari, dan jangan berkerumun,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Soala (Dinsos) Banyuwangi Lukman Hakim pada Jawa Pos Radar Genteng mengatakan sosialisasi GenRe Ceria yang njuga diisi pembagian 1000 paket sembako itu, dianggap sangat bagus. “Program ini sangat bagus, memberikan motivasi baik kepada masyarakat,” cetusnya.

Dalam sosialisasi dengan sasaran para ibu yang memiliki anak perempuan berusia remaja ini, terang dia, untuk menekan angka pernikahan dini, serta kematian ibu dan anak. “Menikah di usia muda memang banyak resiko, tingginya angka perceraian di Banyuwangi di antaranya juga akibat pernikahan dini,” katanya.(rio/abi)

BAGUS RIO/JPRG
DISERAHKAN: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh bersama Kabid Dalduk BKKBN Jawa Timur Uni Hidayati (kanan) menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (7/8)

DISERAHKAN: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh bersama Kabid Dalduk BKKBN Jawa Timur Uni Hidayati (kanan) menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kemarin (7/8)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia