Selasa, 29 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
PONDOK PESANTREN MABADIUL IHSAN

10 Santri Selesai Magang di Kampung Inggris

Sebarkan ”Virus” Bahasa Inggris di Pesantren

05 Agustus 2020, 07: 29: 29 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BAHAGIA: Pengasuh Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan KH Masykur Wardi, Direktur Komersial LKP FEE Center Pare Taufiqur Rahman, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno bersama para santri saat serah terima usai belajar dari FEE Center Pare, Senin (3/8)

BAHAGIA: Pengasuh Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan KH Masykur Wardi, Direktur Komersial LKP FEE Center Pare Taufiqur Rahman, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno bersama para santri saat serah terima usai belajar dari FEE Center Pare, Senin (3/8)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Setelah setahun magang di Future English Education Center (FEE Center) Pare, Kediri, 10 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mabadiul Ihsan Tegalsari akhirnya pulang kampung. Prosesi pengembalian 10 santri ini langsung diserahterimakan oleh Direktur Komersial LKP FEE Center Pare Taufiqur Rahman kepada pengasuh Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan KH Masykur Wardi pada Senin (3/8).

Prosesi serah terima santri ini juga disaksikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno. Pengasuh Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan KH Masykur Wardi menyampaikan terima kasih kepada FEE Center Kediri yang telah memberikan kesempatan kepada 10 santri Ponpes Mabadiul Ihsan untuk belajar bersama di tempat yang terkenal dengan nama Kampung Inggris itu.

1 KEMAMPUAN VERBAL: Direktur Komersial LKP FEE Center Pare Taufiqur Rahman (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan 10 santri Mabadiul Ihsan ke Pengasuh Ponpes KH Masykur Wardi disaksikan Plt Kadis

1 KEMAMPUAN VERBAL: Direktur Komersial LKP FEE Center Pare Taufiqur Rahman (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan 10 santri Mabadiul Ihsan ke Pengasuh Ponpes KH Masykur Wardi disaksikan Plt Kadis

Menurut Masykur, 10 santri ini dikirim setahun lalu untuk belajar bahasa Inggris. Selanjutnya 10 santri ini akan menebar ”virus” agar ilmu yang didapatkan selama magang di FEE Center Pare dapat menular kepada santri Mabadiul Ihsan lainnya.  

Masykur menjelaskan, selain mendapat bekal kemampuan bahasa Inggris, para santri juga mendapat materi character building dan juga pembiasaan ibadah seperti mengaji dan salat berjamaah. ”Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini menjadi salah satu ikhtiar Ponpes Mabadiul Ihsan untuk meningkatkan SDM santri. Sehingga kelak saat sudah selesai mondok, para santri akan lebih siap menempuh hidup baru,” kata Masykur.

Direktur Komersial LKP FEE Center Pare Taufiqur Rahman turut menyampaikan terima kasih karena telah diberi kepercayaan untuk mendidik santri Mabadiul Ihsan.

Menurut Taufiqur Rahman, FEE Center adalah lembaga pendidikan bahasa Inggris yang mempunyai metode yang berbeda, yaitu metode cepat bagaimana bisa menguasai bahasa Inggris. ”Di sini, para santri ditekankan bagaimana caranya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa untuk berkomunikasi, dengan metode yang kita namakan Fun Learning. Anak bisa belajar bahasa Inggris dengan menyenangkan,” kata Taufiqur Rahman.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan yang telah memberi kesempatan kepada santrinya untuk magang di FEE Center Pare Kediri. Ini menunjukkan jika pengasuh ponpes sangat peduli dengan peningkatan SDM para santrinya.

Program tersebut, menurut Suratno, merupakan program penguatan kemampuan verbal dalam penguasaan bahasa Inggris. ”Saya juga berpesan agar seluruh santri, selain mahir bahasa Arab, juga harus bisa menguasai bahasa asing lainnya, seperti bahasa Inggris. Karena dengan menguasai bahasa, maka akan menguasai dunia,” kata alumnus IKIP Malang ini.

Suratno menambahkan, program ini sekaligus menambah jumlah siswa yang sudah pernah dikirim Dinas Pendidikan ke FEE Pare Kediri. Pada bulan Maret 2020, Dispendik melalui Bidang Kemasyarakatan (Dikmas) menggandeng beberapa sekolah di Banyuwangi dengan mendidik 200 siswa mulai kelas 2 hingga kelas 5 untuk belajar bahasa Inggris selama 23 hari.

Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha yang saat itu menangani program tersebut menjelaskan, bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan dalam setiap sektor kehidupan. ”Maka, kerja sama dengan FEE Kampung Inggris, Kediri ini bertujuan untuk memacu melahirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan bisa menumbuhkan minat para pelajar terkait penguasaan bahasa Inggris sejak dini,” kata Nuriyatus saat itu. (*/afi/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia