Sabtu, 26 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Tancap Gas Pasarkan Pariwisata

04 Agustus 2020, 07: 17: 30 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PEMASARAN PARIWISATA: Bupati Anas (kiri) bersama Albert menandatangani MoU antara Pemkab dan Traveloka di pendapa Sabha Swagata Blambangan Rabu lalu (29/7).

PEMASARAN PARIWISATA: Bupati Anas (kiri) bersama Albert menandatangani MoU antara Pemkab dan Traveloka di pendapa Sabha Swagata Blambangan Rabu lalu (29/7). (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus berusaha memulihkan perekonomian yang sempat lesu akibat dihantam pandemi Covid-19. Kali ini, pemkab berkolaborasi dengan perusahaan penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup untuk menggenjot geliat pariwisata di Bumi Blambangan.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu perusahaan penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup Traveloka telah menggelar survei tentang destinasi favorit wisatawan domestik yang ingin dikunjungi setelah sektor pariwisata kembali dibuka. Hasilnya, Banyuwangi berada di posisi ketiga di bawah Bali dan Yogyakarta. 

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, berdasar hasil survei yang menunjukkan bahwa Banyuwangi masuk tiga besar destinasi wisata favorit tersebut, maka langkah-langkah pemulihan sektor wisata harus segera dilakukan. “Salah satunya kami dibantu oleh Traveloka yang akan memperkuat pemasaran wisata Banyuwangi,” ujarnya kemarin (1/8).

Sebelumnya, pemkab telah menjalin nota kesepahaman (memorandum  of understanding/MoU) dengan pihak Traveloka. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan Bupati Anas dan Co Founder dan Direktur Traveloka Albert di Pendapa Sabha Swagata Rabu lalu (29/7). 

Anas menjelaskan, sektor pariwisata adalah pengungkit sektor lainnya di Banyuwangi. Sektor pariwisata mendorong peningkatan sektor olahan pangan alias kuliner; berbagai produk kreasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), jasa transportasi, dan sebagainya. ”Turunan sektor pariwisata ini banyak dan mempengaruhi kesejahteraan banyak orang,” kata dia.

Dengan pemulihan ekonomi sektor wisata, imbuh Anas, perekonomian lokal akan kembali bergeliat. “Pekerja pariwisata yang dirumahkan kembali bekerja, UMKM kembali berproduksi, dan sebagainya. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Anas.

Sementara itu, Co-Founder dan Direktur Traveloka Albert mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu Banyuwangi untuk terus berkembang. “Kami berharap kerja sama ini dapat membantu para mitra di Banyuwangi dalam mempercepat pemulihan operasional bisnisnya di era normal baru ini melalui pemanfaatan teknologi sebagai medium utamanya,” ujarnya.

Salah satu yang difokuskan pada tahap awal, lanjut Albert, adalah pengembangan home stay yang kini banyak tumbuh di Banyuwangi. Tidak hanya memudahkan wisatawan untuk mendapatkan akses yang terdigitalisasi, pemanfaatan teknologi platform Traveloka juga memudahkan para pelaku home stay untuk memasarkan produk dan layanan kepada konsumen. “Kami akan mengintegrasi home stay-home stay di Banyuwangi dengan teknologi Traveloka. Kami punya data-data kecenderungan konsumen wisata yang bisa diintegrasikan dengan home stay di Banyuwangi. Sehingga home stay akan mendapatkan jangkauan target konsumen yang luas dan tepat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, bersama Traveloka, home stay di Banyuwangi akan membuat paket tidak hanya penginapan, namun juga dengan atraksi wisata sesuai potensi yang ada di kawasan tersebut. “Misalnya home stay di perkebunan kopi, tidak hanya menawarkan penginapan saja, namun juga menyajikan paket atraksi memetik, menyangrai, mengolah kopi,” tuturnya.

 Begitu juga home stay di kawasan batik. Wisatawan bisa mendapat atraksi wisata dengan diajak mencanting batik. Dengan demikian akan memberi nilai tambah bagi homestay itu sendiri. Misalnya harga kamar Rp 100.000, ditambah atraksi wisata menjadi Rp 200.000 hingga Rp 300.000. “Itu akan menjadi pengalaman bagi wisatawan,” pungkasnya. 

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia