Jumat, 14 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Dibangun 2015, Ambruk 2020

Atap MI Nurus Salafis Sholeh Telemung Runtuh

02 Agustus 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RAPUH?: Ruang kelas 5 Madrasah Ibtida’iyah Murus Salafis Sholeh Desa Telemung, Kalipuro, ambruk.

RAPUH?: Ruang kelas 5 Madrasah Ibtida’iyah Murus Salafis Sholeh Desa Telemung, Kalipuro, ambruk. (SYAEFUL HIDAYAT FOR RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Atap ruang kelas MI Nurus Salafis Sholeh, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, ambruk. Untungnya peristiwa yang terjadi Senin, 20 Juli lalu, itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, seluruh siswa sudah diliburkan sejak pandemi korona muncul pada pertengahan Maret lalu.

Kepala Madrasah Ibtida’iyah (MI) Nurus Salafis Sholeh, Saifulloh, S. Pd mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pagi hari sekitar pukul 07.00. “Malam harinya sempat turun hujan cukup lebat. Eh, pagi sekitar pukul 07.00 terdengar suara gemuruh, ternyata atap kelas sekolah runtuh,” kata Saifulloh.

Pantauan koran ini di lapangan, atap kelas yang ambruk sehari-hari digunakan sebagai ruang kelas 5. Posisinya berada di bangunan sekolah yang menghadap ke arah utara. Untungnya, ruang kelas 6 dan 4 yang posisinya bersebelahan tidak ikut ambruk. Ruang kelas yang menghadap ke timur juga masih utuh. Kerugian ditaksir sekitar Rp 75 juta.

Minggu kemarin (2/8), tampak atap ruang kelas yang ambruk dibersihkan puing-puingnya oleh sejumlah orang. Tampak juga aparat desa, anggota BPD, dan guru di sekolah yang berada di Dusun Wonosuko RT 005 RW 01 itu.

Kasi Pelayanan Pemdes Telemung, Syaeful Hidayat S.Sos.I mengatakan, seharusnya bangunan sekolah tersebut masih kokoh. Sebab, bangunan sekolah tersebut baru direnovasi pada 2015 lalu. “Dananya berasal dari APBD Banyuwangi,” katanya. “Namun, entah mengapa diguyur hujan saja sudah ambruk. Padahal, hujannya bisa-biasa saja tidak terlalu lebat,” imbuhnya.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Telemung Muhammad menduga atap sekolah tersebut ambruk karena kualitas kayu yang digunakan kurang bagus. “Ya, mungkin kayunya pakai kayu jelek atau sudah rapuh. Makanya baru lima tahun sudah ambruk,” kata Muhammad.

BARU LIMA TAHUN: Warga Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, membersihkan puing atap bangunan kelas yang runtuh.

BARU LIMA TAHUN: Warga Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, membersihkan puing atap bangunan kelas yang runtuh. (SYAEFUL HIDAYAT FOR RaBa)

(bw/als/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia