Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng
Proses Eksekusi dan Lelang Tetap Jalan

Proses Eksekusi dan Lelang Tetap Jalan

30 Juli 2020, 15: 07: 43 WIB | editor : Ali Sodiqin

SRI WURYANTI, SH

SRI WURYANTI, SH (YANTI FOR JPRG)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Genteng – Upaya perlawanan dan bantahan eksekusi lahan Hj. Nurul Khotimah, 51, warga Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi tampaknya sia-sia. Sebab, eksekusi dan lelang tetap akan dilaksanakan.

Upaya yang dilakukan Hj Nurul itu, hanya upaya untuk memperlambat eksekusi dan tidak memiliki alasan yang mendasar sama sekali. “Semuanya akan tetap berjalan,” cetus penggugat Sri Wuryanti, SH.

Sri Wuryanti tidak mempersoalkan Hj Nurul melalui kuasa hukumnya mendaftarkan upaya perlawanan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Dan perkara itu, dianggap aneh. “Apa yang mau dilawan, apapun bentuk perlawanannya tidak bisa menghapus kewajibannya,” katanya.

Menurut Sri Wuryanti, perkara yang sudah diajukan dan diputus oleh PN Banyuwangi, Pengadilan Tinggi (PT), dan Mahkamah Agung (MA) RI tertanggal 10 April 2019 nomor 675/K/PDT/2019, sudah memiliki putusan hukum tetap. “Artinya perkara ini tidak akan membatalkan proses eksekusi dan lelang, kalau ada perlawanan hanya akan menunda saja sifatnya,” tegasnya.

Sebelum lelang dilakukan, terang dia, proses dan tahapan sudah dilalui. Di antaranya PN Banyuwangi memanggil pihak Hj Nurul atas turunnya keputusan kasasi dari MA, dan pihak Hj Nurul tidak hadir. “Kalau hadir, bisa memenuhi kewajibannya untuk membayar biaya pendampingan hukum dan sukses fee yang tidak dibayarkan. Tapi ya sudah, akhirnya saya jalankan hak saya sesuai perundangan,” katanya.

Perundangan itu, jelas dia, tertuang dalam pasal 196 HIR, yang berisi pemenang dapat mengajukan eksekusi sebagai tindak lanjut putusan yang dimenangkannya. “Ketua PN Banyuwangi wajib melaksanakan isi dari putusan tersebut,” cetusnya.

Bila ada penundaan lelang, jelas dia, itu merupakan kewenangan Ketua PN Banyuwangi. Tapi, itu sebatas menunda proses eksekusi dan lelang seperti amanat dalam aturan tersebut. “Hanya menunda, tidak menggugurkan proses lelang dan eksekusi,” katanya.

Ditegaskan lagi, perlawanan hukum Hj Nurul tidak akan berdampak terhadap proses lelang dan eksekusi yang sudah berlangsung. “Bila pengajuan eksekusi ditunda, saya akan mengajukan lagi. PN Banyuwangi tidak ada alasan lagi menunda untuk yang kedua kalinya,” tuturnya.

Dijelaskan, obyek eksekusi ini lahan dengan SHM nomor 01636 di Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng seluas 1.560 meter persegi atas nama Nurul Khotimah. Tanah yang ada di Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi itu menjadi jaminan pembayaran atas kewajiban yang dimiliki Hj Nurul. “Tahapan lelang sudah dilalui merunut aturan yang digariskan,” cetusnya.(rio/abi)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia