Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng
Pers Poliwangi

Gelar Pelatihan Membuat Kopi Tanpa Kafein

30 Juli 2020, 15: 00: 46 WIB | editor : Ali Sodiqin

UNTUK MASYARAKAT: Mahasiswa Poliwangi dari UKM Pers bersama Panji Laras Gumilar (kiri atas), dosen pembina PHDB Ari Istanti (dua dari kiri atas) dan Barista Tradisonal dalam pelatihan membuat kopi tanpa kafein di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Minggu (26/7).

UNTUK MASYARAKAT: Mahasiswa Poliwangi dari UKM Pers bersama Panji Laras Gumilar (kiri atas), dosen pembina PHDB Ari Istanti (dua dari kiri atas) dan Barista Tradisonal dalam pelatihan membuat kopi tanpa kafein di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Minggu (26/7). (DHANNY EKA/JPRG)

Share this          

GLAGAH, Jawa Pos Radar Genteng- Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) terus menunjukan eksistensinya dalam kepedulian kepada masyarakat. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Poliwangi menggelar pelatihan membuat kopi tanpa kafein melalui Program Hibah Desa Binaan (PHDB) 2020 di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Minggu (26/7).

Dalam kegiatan itu, mereka menghadirkan narasumber Panji Laras Gumilar, salah satu pemilik kafe dan roaster kopi di Jember. Pelatihan ini, diikuti enam barista tradisonal yang ada di Desa Kemiren. “Ini inovasi baru untuk penikmat kopi yang tidak kuat dengan kafein,” ujar wakil ketua pelaksana PHDB Anisa Reni Maulida.

Sebelum menggelar pelatihan, terang dia, Pers Poliwangi melakukan uji coba, penelitian, dan mengurus proses pendaftaran produk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi untuk keperluan perizinannya. “Semoga pelatihan yang kita berikan ini dapat bermanfaat untuk barista tradisional di Desa Kemiren, dan produknya bisa terkenal hingga mancanegara,” harapnya.

Ketua pelaksana PHDB Ridlo Al Farizi mengatakan, selain memberikan pelatihan kepada barista tradisional di Desa Kemiren, Pers Poliwangi juga memberikan bantuan alat-alat membuat kopi tanpa kafein. “Kopi tanpa kafein ini mempunyai tiga varian, yaitu original, green tea, dan tiramisu,” ungkapnya seraya menyampaikan kopi tanpa kafein, selama ini hanya diproduksi oleh perusahaan terkenal, tapi kini masyarakat Desa Kemiren sudah bisa membuatnya secara home made.

Dosen pembina PHDB Ari Istanti menyampaikan, para mahasiswa yang mengadakan pelatihan kopi tanpa kafein ini, dianggap sangat luar biasa. Apalagi, kopi tanpa kafein ini masih jarang di Banyuwangi atau di Indonesia. “Tapi mereka sudah mampu melakukan uji coba dan penelitian,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, para mahasiswa Poliwangi itu mampu memproduksi kopi tanpa kafein yang siap konsumsi, dan mengajarkan ke masyarakat luas. “Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat untuk warga di Desa Kemiren dan barista-barista yang ada di Banyuwangi,” ujarnya.

Panji Laras Gumilar dalam paparannya mengatakan, membuat kopi tanpa kafein itu bahan yang penting adalah etil asetat, bahan ini yang memisahkan kopi dengan kafein dalam perebusan. “Etil asetat itu bahan organik untuk proses pembuatan makanan dan minuman, sehingga aman untuk digunakan,” cetusnya.(abi)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia