Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Mirip Restoran di Belanda

30 Juli 2020, 08: 07: 30 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MIRIP RESTORAN BELANDA: Bupati Anas menjajal kuliner ikan segar di Pondok Trawang Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi sore kemarin (24/7).

MIRIP RESTORAN BELANDA: Bupati Anas menjajal kuliner ikan segar di Pondok Trawang Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi sore kemarin (24/7). (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kawasan Plengsengan, tepatnya di kawasan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, terus bersolek. Kawasan yang dahulu terkesan kumuh tersebut kini jauh lebih bersih, tertata, dan kian “cantik”.

       Apalagi, kini di lokasi itu terdapat sepuluh pondok transparan lengkap dengan meja, sepasang kursi kayu. Bukan itu saja, lampu penerangan serta kap yang terbuat dari anyaman bambu menambah indah stan-stan yang diberi nama “Pondok Trawang” tersebut.

       Pondok Trawang tersebut merupakan salah satu inovasi Pemkab Banyuwangi menyambut era kebiyasaan anyar alias kebiasaan baru di sektor pariwisata. Tempat itu disediakan bagi pengunjung untuk menikmati kuliner ikan segar yang dijajakan warga setempat.

       Peluncuran Pondok Trawang itu dilakukan langsung Bupati Abdullah Azwar Anas sore kemarin (24/7). “Ini keren. Pondok transparan ini mirip dengan video restoran-restoran di Belanda yang mulai beroperasi di era kebiasaan baru,” ujarnya.

       Ibarat pepatah sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Anas mengatakan, dengan keberadaan Pondok Trawang tersebut, ada banyak manfaat yang diperoleh pemkab maupun masyarakat. “Pertama membina pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berkreasi. UMKM perlu memiliki kreativitas agar terus berkembang,” kata dia.

Manfaat kedua, kata Anas, keberadaan Pondok Trawang juga merangsang keterlibatan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. “Yang ketiga. Ini adalah inovasi yang bisa memicu geliat ekonomi masyarakat,” kata dia.

       Anas mengakui, Pondok Trawang tersebut direplikasi dari video restoran-restoran di Belanda. Bedanya, restoran di Belanda menggunakan bahan kaca, sedangkan stan kuliner di Kampung Mandar tersebut menggunakan plastik transparan.

       Anas menambahkan, pengunjung atau wisatawan bisa menikmati ikan bakar dengan citarasa yang sangat enak. “Pada saat yang sama kita bisa mendapatkan tempat yang keren dan memberikan experience (pengalaman). Maka, pada era kebiasaan baru nanti, wisatawan yang datang ke Banyuwangi, selain makan di restoran-restoran ternama, saya kira bisa dicoba makan di Kampung Mandar ini. Saya sudah coba, ikan bakarnya enak sekali,” pungkasnya. (sgt/aif)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia