Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Cuci Darah Semakin Nyaman, Zaenal Puji Layanan Sangat Baik

30 Juli 2020, 07: 44: 50 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MEMUASKAN: Zaenal, salah seorang peserta JKN-KIS merasa puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan Banyuwangi. Dia divonis menderita penyakit gagal ginjal kronis yang mengakibatkan dirinya harus melakukan cuci darah.

MEMUASKAN: Zaenal, salah seorang peserta JKN-KIS merasa puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan Banyuwangi. Dia divonis menderita penyakit gagal ginjal kronis yang mengakibatkan dirinya harus melakukan cuci darah.

Share this          

JAWAPOS.COM-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) beroperasi sejak 1 Januari 2014 telah banyak membiayai kasus penyakit katastropik. Salah satunya adalah tindakan hemodialisa atau cuci darah bagi pasien gagal ginjal. Zaenal Arif (64) yang merupakan peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah asal Banyuwangi, mengatakan kesan positifnya selama menjadi peserta JKN-KIS. Dirinya divonis menderita penyakit gagal ginjal kronis yang mengakibatkan dirinya harus melakukan cuci darah.

“Selama saya menjadi peserta JKN-KIS dari awal mendapatkan pelayanan cuci darah ini saya sempat berpikir tidak akan mendapatkan pelayanan yang maksimal karena pasien cuci darah yang ditangani di rumah sakit tersebut sangat banyak. Tetapi setelah menjalani masa pelayanan sekitar satu setengah tahun terakhir ini, kekhawatiran saya gak terbukti,” ungkapnya.

Seperti yang dialami banyak pasien penyakit ginjal kronis lainnya. Zaenal awalnya tidak merasakan adanya gangguan atau gelaja klinis di tubuhnya. Dirinya merasa baik dan sehat, sampai pada suatu saat dirinya mengalami mati rasa dan segera dibawa keluarganya kerumah sakit.

“Selama seminggu dua sekali saya selalu cuci darah rutin di Rumah Sakit Al Huda, dan selama saya menjadi pasien pelayanan yang diberikan semuanya sangatlah baik, tidak seperti yang banyak beredar di media kalau pasien JKN banyak dipersulit. Padahal kalau kita ikuti sesuai persyaratan yang ada, prosesnya tidak akan menyulitkan,” kata Zaenal.

Zaenal sangat bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, karena menurut dirinya program ini telah banyak membantu masyarakat yang membutuhkan. Zaenal juga memberi apresisasi terhadap pelayanan yang dirinya terima dari pihak rumah sakit. Selama ia rutin melakukan cuci darah, ia tidak pernah merasakan adanya perlakuan yang berbeda.

“Tak terhitung berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk pengobatan saya selama ini. Biaya sekali cuci darah saja bisa mencapai satu juta-an, dan saya sudah menjalaninya kurang lebih hampir satu setengah tahun. Kalau tidak dijamin JKN-KIS, mungkin sudah lama saya tidak berobat untuk cuci darah rutin ini. Gak kebayang kalau misal tidak ada program ini,” imbuhnya.

Dengan program ini Zaenal tidak perlu takut mengeluarkan biaya besar untuk melakukan cuci darah. Kini Zaenal dapat fokus menjalani pengobatan tanpa harus dipusingkan dengan biaya yang besar.

"Saya dan keluarga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu saya dan keluarga, serta kepada peserta JKN-KIS yang secara gotong-royong telah rutin membayar iuran. Dan juga kepada tenaga medis terimakasih telah melayani seluruh kebutuhan pasien,” tutup Zaenal

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia