Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

PHDB Poliwangi Berdayakan Petani Kopi Papring

27 Juli 2020, 11: 20: 17 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GELAR PHDB : Mahasiswa dan dosen Poliwangi foto bersama Kelompok Petani Kopi Bratasena Papring, Kalipuro.

GELAR PHDB : Mahasiswa dan dosen Poliwangi foto bersama Kelompok Petani Kopi Bratasena Papring, Kalipuro. (POLIWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Kali ini Program Hibah Desa Binaan (PHDB) dilaksanakan pada Sabtu siang (25/7) di Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Kegiatan itu diikuti oleh Kelompok Petani Kopi Bratasena.

Sebanyak sepuluh mahasiswa yang terdiri dari Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Studi Agribisnis dan Program Studi Teknik Manufaktur Kapal terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka dibimbing oleh Ayu Purwaningtyas, SHut, MM, Dosen Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Poliwangi.

Menurut Ayu Purwaningtyas, kegiatan PHDB itu bertujuan mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa. “Selain itu memberikan motivasi dan menumbuhkan kepedulian mahasiswa dalam memberikan kontribusi pada pembangunan desa,” terangnya.

Kelurahan Kalipuro merupakan salah satu daerah di Banyuwangi sebagai penghasil kopi, lanjut Ayu, sehingga produksi kopi di daerah itu sudah tidak diragukan lagi. Namun, kualitas produk yang bagus saja tidak cukup untuk menarik konsumen, sehingga dibutuhkan sebuah promosi. “Melalui branding strategy diharapkan mampu membentuk persepsi masyarakat, membangun rasa percaya masyarakat, dan membangun rasa cinta masyarakat kepada merek, yaitu Kopi Ala Papring,” tuturnya.

Kegiatan kali ini diisi oleh Ayu Purwaningtyas terkait Bandring Strategy. Selain itu, Moch Hafid Riyan Habibi, STr.P terkait Pengolahan Kopi Pasca Panen. Pada kesempatan itu juga dihibahkan alat roasting, glinder, dan timbangan kepada kelompok tani kopi Bratasena Papring.

Kopi Papring dikemas dalam goodie bag yang terbuat dari bambu. Hal itu bertujuan untuk memanfaatkan potensi daerah Papring yang memiliki pohon bambu dalam jumlah besar dan membuat produk yang berbeda dengan kopi lainnya. “Dengan begitu brand Kopi Papring akan mudah melekat di pikiran konsumen,” harap Ayu.(*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia