Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
"Rakyat Bicara Bacabup Mendengar"

Dialog PWI-ISNU-Beri Edukasi Politik Jelang Pilkada 9 Desember

26 Juli 2020, 21: 42: 40 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERLANGSUNG MERIAH: Ketua ISNU Abdul Azis memandu jalannya dialog ”Rakyat Bicara Bacabup Mendengar” yang berlangsung di hall Hotel Luminor, Sabtu kemarin (26/7).

BERLANGSUNG MERIAH: Ketua ISNU Abdul Azis memandu jalannya dialog ”Rakyat Bicara Bacabup Mendengar” yang berlangsung di hall Hotel Luminor, Sabtu kemarin (26/7). (RAMADA KUSUMA/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Dialog publik yang mengusung tema “Rakyat Bicara Bacabup Mendengar” yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi berlangsung sukses, Sabtu (26/7).

Acara yang dipusatkan di Hotel Luminor Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro itu seolah menjadi ajang reuni bagi Bupati dan Ketua DPRD periode 2005-2010. Hadir dalam acara tersebut Ratna Ani Lestari, Achmad Wahyudi, dan Eko Sukartono.

Acara yang dipandu moderator Ketua PC ISNU Banyuwangi Abdul Aziz tersebut dihadiri lintas elemen. Ada ketua  partai politik, komisioner KPU, Bawaslu, anggota DPRD,  tokoh agama, akademisi, organisasi kemahasiswaan, LSM, pengusaha, dan kaum milenial. 

Sejumlah bakal calon bupati dan bacawabup juga hadir. Ada Sugirah, Taufik Hidayat, Purnomo, Teddy Anugrihanto, dan Abdilah Rafsanjani. Mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari juga hadir. Ta ketinggalan mantan pimpinan DPRD Achmad Wahyudi dan Eko Sukartono.

Ketua PC ISNU Banyuwangi Abdul Aziz berharap melalui forum dialog ini, rakyat semakin dewasa. Betul-betul memilih pemimpin yang ideal tidak melalui praktik pragmatis. “Kami berterima kasih kepada seluruh tamu undangan ketua partai politik, rektor maupun akademisi, penyelenggara pemilu, tokoh politik dan undangan lain,” kata Azis.  

Dikatakan Azis, PC ISNU dan PWI Banyuwangi akan kembali menggelar kegiatan debat kandidat Cabup dan Cawabup Banyuwangi dengan suasana dan penataan yang lebih baik lagi. “Kami tidak mengira jika kegiatan ini mendapat sambutan antusiasme masyarakat yang luar biasa,” terangnya.

Ketua PCNU Banyuwangi KH Mohamad Ali Makki Zaini yang membuka acara dialog tersebut menginginkan agar program kerja ISNU tidak hanya berkutat di bidang keagamaan. Hal tersebut tentu saja menyesuaikan dengan yang ada di akar rumput. “ISNU harus mampu mendengar dan melayani kebutuhan masyarakat secara langsung. Saya ingin, dialog ini tidak hanya sekadar dialog, tapi langkah kerja nyata,” jelasnya.

Ketua PWI Syaifuddin Mahmud mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sangat penting bagi masyarakat sebagai edukasi menyongsong pesta demokrasi menjelang Pilkada Banyuwangi. “Rakyat harus kenal dengan calon pemimpinnya. Jangan sampai terjadi, rakyat memilih kucing dalam karung. Memilih pemimpin tanpa kenal dengan kiprah perjuangan dan hal penting lainnya,” ungkap Syaifuddin.  

Dialog menyongsong Pilkada itu juga mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Salah satunya Ketua DPC Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto. Menurut dia, forum dialog menjadi bagian penting bagi rakyat guna menambah wawasan politik bagi rakyat  Banyuwangi. 

MEWAKILI AKADEMISI: Rektor IAI Ibrahimy Genteng Kholilur Rohman alias Gus Lilur diberi kesempatan berbicara sial figur bupati mendatang.

MEWAKILI AKADEMISI: Rektor IAI Ibrahimy Genteng Kholilur Rohman alias Gus Lilur diberi kesempatan berbicara sial figur bupati mendatang.

KOMPAK: Panitia berfoto dengan bacabup dan bacawabup usai dialog di Hotel Luminor.

KOMPAK: Panitia berfoto dengan bacabup dan bacawabup usai dialog di Hotel Luminor.

BERI MASUKAN: Direktur  Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi yang juga Ketua Baznas ikut hadir dalam dialog.

BERI MASUKAN: Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi yang juga Ketua Baznas ikut hadir dalam dialog.

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia