Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BIDAN JEJARING PASTIKAN PROSES KLAIM BERJALAN

BPJS KESEHATAN

24 Juli 2020, 07: 28: 09 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SOSIALISASI: BPJS Kesehatan menjelaskan e-claim primer merupakan proses perekaman data klaim secara elektronik yang bertujuan untuk menyederhanakan proses pengajuan klaim non kapitasi oleh bidan jejaring

SOSIALISASI: BPJS Kesehatan menjelaskan e-claim primer merupakan proses perekaman data klaim secara elektronik yang bertujuan untuk menyederhanakan proses pengajuan klaim non kapitasi oleh bidan jejaring

Share this          

JawaPos.com-Dalam implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Bidan Praktik Mandiri harus berjejaring dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) induk yang telah bekerjasama dengan BPJS kesehatan antara lain puskesmas, klinik pratama atau Dokter Praktik Perorangan (DPP).

Penguatan peran gatekeeper dan penguatan sistem rujukan berbasis kompetensi menjadi salah satu usaha untuk mewujudkan kendali mutu dan biaya. Salah satu upaya memberikan pelayanan  yang komprehensif kepada peserta, bagi FKTP yang tidak memiliki sarana penunjang wajib membangun jejaring dengan sarana penunjang. Hal itu termasuk pelayanan yang dibayarkan langsung oleh BPJS Kesehatan.

“Penyamaan persepsi implementasi teknis input data klaim bidan jejaring melalui aplikasi berbasis web E-claim Pcare, jadi Hari ini kami mengundang Bidan jejaring yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi,” ujar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Banyuwangi Cicilia Dwi Budi Winarti.

Cicilia menjelaskan, digitalisasi klaim Non Kapitasi atau yang selanjutnya disebut e-claim primer merupakan proses perekaman data klaim secara elektronik yang bertujuan untuk menyederhanakan proses pengajuan klaim non kapitasi oleh bidan jejaring.

“Salah satu sarana penunjang yang wajib dalam pelayanan primer BPJS Kesehatan adalah pemeriksaan kehamilan hingga persalinan. Maka dari itu, klinik yang menjadi mitra BPJS Kesehatan, jika tidak mempunyai sarana itu, wajib bekerjasama dengan bidan jejaring. Pertemuan dengan bidan jejaring ini diharapkan bidan jejaring mampu untuk memaksimalkan penggunaan Pcare dan juga memberikan pemahaman kepada bidan jejaring terkait cara pengentrian dan penagihan klaim bidan,” ungkapnya.

Salah satu bidan jejaring dari Pusekesmas Purwoharjo, Sulistiyani memberikan tanggapannya dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan.

“Sebagai bidan, saya merasa pertemuan tentang sosialisasi penggunaan Pcare dengan login bidan sangat baik. Kami menjadi semakin mudah memahami cara pengentrian pelayanan melalui aplikasi. Karena memang kadang aplikasi terus berkembang, jadi kami perlu untuk diberikan kegiatan seperti ini. Tidak hanya itu, tadi kita juga bisa saling sharing informasi dari bidan lain,” jelas Sulistiyani

Sulistiyani menambahkan, sosialisasi yang dilakukan menjadikan dirinya paham atas alur penjaminan dan penagihan klaim kebidanan dan neonatal. Sebagai bentuk komitmen, dirinya akan memaksimalkan penggunaan aplikasi Pcare guna menunjang upaya transparansi klaim dari bidan jejaring.

“Saya bersyukur dengan adanya program JKN-KIS karena sangat membantu memudahkan dalam penagihan klaim. Berkas klaim pun lebih sedikit dan data klaim menjadi lebih mudah jika dicari karena sudah tersimpan secara digital. Kami harap e-klaim ini berjalan dengan lancar kedepannya dan memberikan manfaat menyeluruh bagi FKTP, BPJS Kesehatan dan juga untuk peserta JKN,” tutup Sulistiyani. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia