Selasa, 04 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Sembako
icon featured
Sembako

Petrokimia Gresik-Petani Semprot Masal Pakai Phonska Oca

23 Juli 2020, 20: 28: 46 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PRODUK BARU: Kadis Pertanian, Arif Setiawan (kiri) bersama wilayah Kabupaten Banyuwangi, Farhan Mustofa (baju kuning) menuangkan Phonska Oca dalam penyemprotan masal di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kemarin (22/7).

PRODUK BARU: Kadis Pertanian, Arif Setiawan (kiri) bersama wilayah Kabupaten Banyuwangi, Farhan Mustofa (baju kuning) menuangkan Phonska Oca dalam penyemprotan masal di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kemarin (22/7). (BAGUS RIO/JAWAPOS.COM)

Share this          

TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng-Petrokimia Gresik dan Perusahaan Solusi Agroindustri anggota Holding Pupuk Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, menggelar penyemprotan masal pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca di lahan seluas 20 hektare di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, kemarin (22/7).

Dalam acara itu hadir Kepala Dinas Pertanian, Arif Setiawan, Forpimka Tegalsari, dan puluhan petani dari Kecamatan Tegalsari. Selain itu, juga hadir Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) wilayah Kabupaten Banyuwangi, Farhan Mustofa.

Pada kegiatan itu Petrokimia Gresik menyiapkan klinik pertanian melalui mobil uji tanah untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik untuk pengendalian hama. Dan ini, membuktikan pengawalan Petrokimia Gresik menjadi lengkap, mulai dari teknis pemupukan hingga pengendalian hama.

KOMPAK: SPDP  wilayah Kabupaten Banyuwangi, Farhan Mustofa (tiga dari kiri) dan Kadis Pertanian, Arif Setiawan (empat dari kiri) memegang produk baru Petrokimia Gresik Phonska Oca kemarin (22/7).

KOMPAK: SPDP wilayah Kabupaten Banyuwangi, Farhan Mustofa (tiga dari kiri) dan Kadis Pertanian, Arif Setiawan (empat dari kiri) memegang produk baru Petrokimia Gresik Phonska Oca kemarin (22/7).

Direktur utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengatakan kegiatan ini upaya perusahaan untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah wabah Covid-19. Dimana, intensifikasi pertanian menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan. “Kegiatan ini kami laksanakan di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya,” katanya.

Penggunaan pupuk Phonska Oca, terang dia, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah. Ini sangat penting karena berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. “Artinya, sekitar lima juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah,” cetusnya

Kondisi ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan, dalam jangka panjang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit. “Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini Phonska Oca” terangnya.

Phonska Oca itu, masih kata dia, gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair dengan kandungan C-Organik minimal 6 persen  unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Dengan demikian, Phonska Oca dapat menjadi solusi praktis bagi petani. “Kandungan pupuk majemuk ini berfungsi meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah,” tuturnya.

Phonska Oca telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi di berbagai daerah. Selain tanaman padi, Phonska Oca juga dapat digunakan pada tanaman hortikultura. “Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen,” ungkapnya.

Selain itu, jelas dia, uji coba pada tanaman bawang merah di Desa Dadaprejo, Kecamayan Junrejo, Kota Batu, aplikasi Phonska Oca mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51 persen (dengan total panen 22,01 ton/ha) meningkatkan produktivitas hingga 25,37 persen (16,11 ton/ha). Sedangkan produktivitas cabai di Desa Kendal payak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, terdongkrak sampai 61,83 persen (8,84 ton/ha) dan uji coba pada tanaman kedelai di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sukses meningkatkan produktivitasnya sebesar 13,79 persen (0,99 ton/ha).

Rahmad mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang. Yaitu, perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Tujuannya, agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga. “Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian,” ujarnya.

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia