Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Dengan JKN-KIS, Nasiyu Tak Pusing Biaya Untuk Lawan Stroke

23 Juli 2020, 15: 19: 35 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MANFAAT BERLIPAT: Nasiyu merasa bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, sehingga diririnya bisa langsung mendapatkan penanganan saat di rumah sakit tanpa memikirkan masalah biaya yang akan dikeluarkan.

MANFAAT BERLIPAT: Nasiyu merasa bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, sehingga diririnya bisa langsung mendapatkan penanganan saat di rumah sakit tanpa memikirkan masalah biaya yang akan dikeluarkan.

Share this          

JawaPos.com-Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang membunuh secara diam-diam atau sering disebut dengan silent killer. Penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan pada penderitanya dan kerap terjadi secara mendadak, meskipun sebetulnya gejala awal dari penyakit ini bisa dikenali. Seperti halnya pengalaman Nasiyu (69) yang merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berasal dari Banyuwangi.

Nasiyu didiagnosis terkena stroke yang mengharuskannya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan pada awal tahun 2019 lalu. Berawal dari pusing yang teramat sangat, Nasiyu menyadari perlahan tubuhnya sebelah kanan tidak dapat digerakkan, kemudian dengan perlahan untuk berbicara sangatlah sulit.

“Waktu itu kejadiannya mendadak, tiba-tiba saja anggota tubuh saya terasa kaku, padahal saya sedang duduk-duduk santai di teras dan sebelumnya tidak merasakan keluhan fisik apapun,” cerita Nasiyu.

Kemudian, pihak keluarga Nasiyu segera membawanya ke rumah sakit terdekat dari rumahnya, untuk memberikan pertolongan pertama bagi Nasiyu. Hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit menyatakan bahwa Nasiyu terserang stroke dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Pas pertama kali saya diperiksa, saya diminta dokter buat salaman sama dia. Tapi, rasanya buat menggapai tangannya aja saya gak mampu,” ungkapnya.

Setelah keluar dari rumah sakit, Nasiyu harus menjalani serangkaian pengobatan yang panjang dan juga fisioterapi. Keadaan tersebut membuatnya harus pergi ke Rumah Sakit setiap minggunya. Selain itu, pasca terjadi penurunan fungsi tubuh Nasiyu menurun dan tak bisa berjalan dan menggerakkan tubuhnya seleluasa seperti dulu. Beruntungnya, Nasiyu dikelilingi oleh keluarga yang sangat menguatkan dalam menghadapi masa-masa sulit itu.

“Dengan kondisi yang terbatas pada saat itu, sebetulnya lelah juga karena harus bolak-balik ke rumah sakit dan juga kasian anak-anak saya harus meluangkan waktunya buat nganterin saya. Belum juga sampai sana harus ngantri ya. Alhamdulillah, dengan layanan fisioterapi itu saya merasa kemampuan gerak saya mulai membaik. Walaupun tidak sempurna,” ujar Nasiyu.

Menghadapi kenyataan dirinya terserang stroke, diakui Nasiyu bahwa itu adalah hal yang sangat berat. Namun, di sisi lain Nasiyu merasa bersyukur karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, sehingga diririnya bisa langsung mendapatkan penanganan saat di rumah sakit tanpa memikirkan masalah biaya yang akan dikeluarkan.

“Kalau dulu misal saya bukan peserta BPJS mbak. Mungkin sakitnya terserang stroke akan saya tahan saja di rumah. Oleh karenanya saya bersyukur sekali, waktu terserang stroke kemarin. Jadi, saya bisa dapat penanganan dokter dan tidak pusing lagi memikirkan biaya,” ujar Nasiyu. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia