Minggu, 16 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
BAKAL CAWABUP BANYUWANGI

Sugirah Bicara Kejayaan Hasil Bumi Banyuwangi

23 Juli 2020, 08: 06: 41 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GAYENG: Sugirah (kiri) berbincang dengan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi kemarin. Dia begitu fasih bicara prospek pertanian Banyuwangi ke depan.

GAYENG: Sugirah (kiri) berbincang dengan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi kemarin. Dia begitu fasih bicara prospek pertanian Banyuwangi ke depan. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang diusung PDIP, Sugirah, punya pandangan luas soal pertanian. Kejayaan rempah-rempah Banyuwangi harus dibangkitkan lagi. Zaman Belanda dulu, kualitas hasil bumi Banyuwangi dianggap paling bagus. Ini karena letak Banyuwangi cukup strategis untuk tanaman rempah.

Kopi, cengkih, tembakau, dan hasil bumi lainnya cukup melimpah. Belum lagi buah-buahan seperti salak, jeruk, buah naga, dan durian, yang banyak tumbuh di tanah Banyuwangi.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugirah saat berdiskusi dengan kru Jawa Pos Radar Banyuwangi di Graha Pena, kemarin. ”Kala saya ditakdirkan jadi wakil bupati, sektor pertanian akan kita genjot terus, termasuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Banyuwangi,” tegas anggota DPRD Banyuwangi yang juga Bendahara DPC PDIP Banyuwangi tersebut.

Sugirah datang sendirian ke kantor JP-RaBa. Dia diterima Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi, GM General Manager Bayu Saksono, Manajer Iklan Sidrotul Muntaha, Manager Event Gerda Sukarno, dan Pemred Syaifuddin Mahmud. Sugirah terlihat rileks dalam diskusi ringan yang berlangsung satu setengah jam tersebut. 

Mengenakan kemeja warna putih bersongkok hitam, bapak dua anak itu sangat menguasai bidang pertanian. Maklum, semasa remaja dia mengenyam pendidikan Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). Anggota DPRD tiga periode itu begitu fasih bicara tanaman lombok, buah naga, dan tanaman hortikultura lainnya.

”Saya termasuk yang membangkitkan tanaman lombok di Banyuwangi selatan. Ketika harga lombok jeblok, saya bisa menyiasatinya dengan jualan sambal. Lombok melimpah kala itu, namun harganya jeblok,” kenang Sugirah yang oleh DPC PDIP bakal disandingkan dengan bacabup Ipuk Fiestiandani Anas.  

Kecakapan Sugirah di bidang pertanian tidak perlu diragukan lagi. Dia betul-betul paham dari nol. Mulai kandungan tanah, pola tanam, pemupukan, panen, dan pemasaran hasil pertanian, sangat dia kuasai. Dengan bekal segudang pengalaman bertani, sangat pas kalau Sugirah fokus mengurusi pertanian nantinya. ”Saya bertani dari nol. Terjun ke sawah sendiri. Kaki dan tangan penuh lumpur. Saya optimistis kalau sektor pertanian terus digenjot, bisa menjadikan Banyuwangi sebagai lumbung pangan nasional lagi,” tegasnya. (aif/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia