Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Aklamasi, Ruliyono Pecah Rekor Ketua DPD Golkar

19 Juli 2020, 15: 53: 21 WIB | editor : Ali Sodiqin

PANJI PARTAI: Ruliyono menerima pataka Partai Golkar dari Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak di kantor DPD Golkar Banyuwangi, Sabtu (18/7).

PANJI PARTAI: Ruliyono menerima pataka Partai Golkar dari Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak di kantor DPD Golkar Banyuwangi, Sabtu (18/7). (SIGIT HARIYADI/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Suksesi kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Banyuwangi berakhir antiklimaks kemarin (18/7). Sesuai prediksi, tampuk kepemimpinan partai beringin tingkat Banyuwangi itu kembali dipercayakan kepada Ruliyono.

Ya, Ruliyono yang notabene merupakan Ketua DPD Golkar Banyuwangi petahana kembali mendapat mandat memimpin kepengurusan partai Golkar Bumi Blambangan. Anggota DPRD Banyuwangi 4 periode tersebut terpilih secara aklamasi pada ajang Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Banyuwangi.

Yang menarik, Ruliyono berhasil memecahkan rekor kepemimpinan Golkar Banyuwangi. Sejak era reformasi, ini adalah kali pertama ada kader yang berhasil menduduki posisi Ketua DPD Golkar Banyuwangi dua periode berturut-turut. Sebelum Ruliyono, Ketua DPD Golkar Banyuwangi dijabat Sumantri Soedomo dan Eko Sukartono yang masing-masing menjabat selama satu periode.

Selain itu, kursi Ketua DPD Golkar Banyuwangi juga pernah diduduki Pebdi Arisdiawan. Namun sayang, Pebdi menjabat posisi penting tersebut tak sampai satu periode.

Sementara itu, sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan Musda X Golkar kemarin. Bupati Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widyatmoko, dan sejumlah pimpinan parpol tingkat Banyuwangi hadir dalam kegiatan yang dilangsungkan di kantor DPD Golkar, jalan Adi Sucipto, Banyuwangi tersebut.

Hadir pula bakal calon bupati (bacabup) yang sejauh ini sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni Ipuk Festiandani Anas. Bukan itu saja, mantan bupati periode 2005-2010 Ratna Ani Lestari juga hadir.

Ketua DPD Golkar Jatim M. Sarmuji mengatakan, Golkar Banyuwangi harus hadir di tengah masyarakat. Jajaran pengurus dan kader Golkar harus berinteraksi dan berdialog serta satu pikiran dengan rakyat. “Kehadiran Golkar harus bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dia berpesan agar seluruh pengurus Golkar Banyuwangi merepresentasikan seluruh kelompok sosial di Banyuwangi. Dia juga meminta pimpinan Golkar Banyuwangi harus keras kepada diri sendiri, harus berani memasang target dan berjuang mewujudkan target tersebut. “Untuk DPD Golkar Banyuwangi, pada Pemilu 2019 terjadi penurunan perolehan kursi dari tujuh menjadi lima. Untuk 2024, target kami minimal delapan kursi,” tegasnya.

Usai sambutan Sarmuji, rangkaian Musda DPD Golkar dilanjutkan dengan agenda inti, yakni pertanggungjawaban Ketua DPD Golkar dan pandangan umum Pimpinan Kecamatan (PK) sekaligus mengajukan usul nama calon ketua DPD Golkar periode lima tahun ke depan.

Para peserta Musda menyepakati pandangan umum diwakili dua PK asal asal Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi I dan Dapil Banyuwangi V. Dua perwakilan PK tersebut menyatakan menerima pertanggungjawaban tersebut dan mengajukan Ruliyono sebagai calon Ketua DPD Golkar Banyuwangi periode lima tahun ke depan.

Karena dua perwakilan PK sama-sama mengajukan nama Ruliyono sebagai calon ketua Golkar Banyuwangi, maka pimpinan rapat pleno dari unsur DPD Golkar Jatim lantas menyatakan Ruliyono terpilih secara aklamasi.

Sementara itu, Ruliyono mengatakan kepercayaan PK dan seluruh pemilik hak suara dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Banyuwangi kepada dirinya merupakan amanat yang harus dilaksanakan. Dia juga menyatakan sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang terjadi selama satu periode kepemimpinan dirinya. “Misalnya soal perolehan kursi DPRD Banyuwangi yang merosot dari tujuh menjadi lima, sudah saya evaluasi. Itu karena dua faktor, yakni karena faktor kendala pada saksi Golkar di tempat pemungutan suara (TPS) dan karena ketidakharmonisan pengurus DPDP Golkar Banyuwangi,” akunya.

Untuk itu, faktor-faktor penyebab pengurangan kursi DPRD tersebut sudah diantisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan akomodasi untuk saksi yang akan bertugas di TPS-TPS se-Banyuwangi. “Saya juga menyiapkan kepengurusan DPD Golkar yang benar-benar solid,” pungkasnya.

Kader dan pengurus Partai Golkar Banyuwangi foto bersama usai musda kemarin.

Kader dan pengurus Partai Golkar Banyuwangi foto bersama usai musda kemarin. (SIGIT HARIYADI/RaBa)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia