Sabtu, 15 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
BPJS KESEHATAN BANYUWANGI

Tingkatkan Pemahaman Petugas FKTP Tentang Aplikasi PCare

18 Juli 2020, 09: 25: 29 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

Kepala Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Banyuwangi Cicilia Dwi Budi Winarti saat sosialisasi  Pemahaman Petugas FKTP Tentang Aplikasi PCare

Kepala Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Banyuwangi Cicilia Dwi Budi Winarti saat sosialisasi Pemahaman Petugas FKTP Tentang Aplikasi PCare

Share this          

 

JawaPos.com- Ditahun ketujuh penyelenggaraan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan terus melakukan penyempurnaan di berbagai aspek, mulai dari pelayanan administrasi, pelayanan di fasilitas kesehatan, hingga pengembangan teknologi informasi. Langkah-langakah tersebut dilakukan tak lain demi meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan sebagai lembaga hukum public yang ditunjuk oleh undang-undang dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak henti-henti untuk berinovasi dan mengembangkan sistem informasi dan komunikasi dalam mendukung program JKN.

“Salah satu komitmen BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh peserta JKN-KIS. Pelayanan yang baik tentu harus didukung dengan petugas yang memiliki kompetensi yang handal. Oleh karena BPJS Kesehatan melakukan pertemuan seluruh Puskesmas di Banyuwangi. Pertemuan kali ini memang sangat diperlukan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang muncul diantara dua sistem Pcare yang bridging dengan Simpuswangi Dinas Kesehatan Banyuwangi,” kata Kepala Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Banyuwangi Cicilia Dwi Budi Winarti.

Di era JKN saat ini, BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menciptakan sistem berbasis web yaitu Pcare sebagai alat pengumpulan data setiap pelayanan yang ada di Puskesmas. Selain Pcare terdapat Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) sebagai sistem untuk menyimpan data pelayanan yang diberikan kepada pasien. Memiliki dua sistem membuat ketidakefisiennya suatu pekerjaan, karena harus memasukkan data yang sama ke dalam sistem yang berbeda. Oleh karena itu diciptakan sistem bridging untuk menjembatani data agar masuk ke dalam dua sistem dalam waktu yang bersamaan.

“Pertemuan ini memang sangat diperlukan untuk mem-bridging-kan permasalahan yang muncul di antara dua sisi sistem. Dengan menggunakan teknologi web service ini maka data yang diinputkan pada SIMPUS juga akan otomatis terinput di basis data Pcare sehingga petugas puskesmas tidak perlu lagi melakukan double entry untuk data pasien. Sinkronisasi ini sangat penting dilakukan agar tidak double data,” kata Staf Sungram Dinas Kesehatan Banyuwangi David yang pada saat itu menjadi juga menjadi pemateri Diskusi Teknis Proses Input Aplikasi Simpus dan Pcare.

Lebih lanjut David menjelaskan bahwa sistem informasi management ini mempermudah Puskesmas dalam melayani pasien yang ada. Dengan adanya diskusi ini, David berharap sumber daya manusia dapat ditingkatkan, karena sebagus apapun aplikasi atau sistem yang ada, jika tidak ada SDM nya tidak dapat berapdaptasi, tidak ada gunanya.

“Kami dari Dinas Kesehatan sudah sangat menunggu untuk diskusi hari ini. Sejak awal pengaplikasiannya, proses bridging yang berjalan bukanlah tanpa masalah. Bukan hal aneh bahwa setiap hari permasalahan selalu ada. Untuk itu dengan adanya diskusi ini masalah yang ada maupun nantinya akan muncul dapat dikomunikasikan dengan baik hari ini. Dengan berbagai catatan yang sangat bervariatif, baik teknis maupun non teknis, baik bersumber dari Simpus maupun Pcare juga,” ujarnya.

Selama ini, komunikasi sudah berlangsung secara aktif melalui grup media sosial. Grup tersebut cukup aktif dan sangat membantu dalam konsultasi masalah yang ditemui. (*)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia