Senin, 10 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Entertainment
icon featured
Entertainment
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Beber Strategi Kebiyasaan Anyar ke Pelaku Usaha Pariwisata se-Jatim

17 Juli 2020, 07: 43: 51 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SEMINAR DARING: Bupati Anas menjadi pembicara webinar yang digeber Kantor Perwakilan Jatim Rabu (15/7).

SEMINAR DARING: Bupati Anas menjadi pembicara webinar yang digeber Kantor Perwakilan Jatim Rabu (15/7).

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi pariwisata Banyuwangi di era adaptasi kebiyasaan anyar kepada ratusan pelaku pariwisata se-Jatim. Pemaparan dia lakukan dalam forum seminar daring alias website seminar (webinar) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Rabu (15/7) lalu.

Tidak tanggung-tanggung, seminar online yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah itu, diikuti lebih dari 300 pelaku pariwisata asal berbagai daerah di Jatim. Bukan hanya pelaku pariwisata, sejumlah perwakilan BI se-Jatim juga ikut ambil bagian dalam seminar kali ini.

Anas menyatakan bahwa basis utama pariwisata Banyuwangi saat ini adalah penerapan protokol kesehatan ketat di berbagai lini. Dia juga membeber sejumlah konsep adaptasi kebiasaan baru sektor pariwisata yang telah disiapkan oleh Pemkab Banyuwangi. Persiapan adaptasi kebiasaan baru sektor pariwisata tersebut dilakukan dengan memadukan teknologi dan kesehatan. ”Kepada para pengelola pariwisata kami tekankan bahwa jualan kita tak lagi sekadar harga murah dan suguhan wisata yang indah. Namun, juga harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Anas, pihaknya juga melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk penerapan adaptasi kebiasaan baru di kalangan masyarakat. Bukan itu saja, pemkab juga menggelar musyawarah online dengan ratusan pelaku wisata se-Banyuwangi.

Dalam musyawarah online tersebut, imbuh Anas, pihaknya mengajukan konsep wisata yang harus dipenuhi seluruh pelaku usaha pariwisata sebelum keran pariwisata dibuka. ”Bahwa pariwisata ke depan, tidak lagi sekadar menyajikan leisure, namun ke depan konsep wisatanya aman, bersih, dan sehat seperti yang dipandukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Harapannya agar siapa pun yang berwisata ke Banyuwangi bisa merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Konsolidasi dengan banyak pihak ini, kata Anas, mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. ”Saat kunjungan kerja ke Banyuwangi akhir Juni lalu, Presiden menilai Banyuwangi telah menyiapkan daerahnya menuju prakondisi normal baru berkat kolaborasi peran pemerintah daerah dan masyarakatnya. Tentunya, ini juga tak lepas dari arahan Ibu Gubernur agar penanganan Covid-19 menyinergikan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah inovasi juga telah disiapkan oleh Banyuwangi. Di antaranya melakukan fasilitasi teknologi di sejumlah tempat wisata dan sarana pendukungnya. ”Untuk masuk destinasi apa pun harus disiapkan secara online. Juga untuk mengatur kapasitas pengunjung,” terang Anas.

Banyuwangi, kata Anas, juga melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah lulus uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism. ”Ini memudahkan wisatawan, cari destinasi yang sehat mana nih, cari warung rakyat dengan protokol Covid-19 di mana, homestay mana yang seluruh prosesnya sudah memenuhi standar kesehatan, semua tersaji,” kata dia.

Meski sudah mendapatkan stiker tanda sertifikasi, bukan berarti pelaku usaha tidak dievaluasi. Gugus tugas Banyuwangi juga melakukan evaluasi dan memberi sanksi. ”Kami awali dengan sosialisasi sejak Juni lalu, yang diikuti dengan simulasi. Ternyata, dalam praktiknya ada yang tetap membandel. Seperti tidak ada pengaturan saat melayani, tidak menggunakan masker. Mereka kami evaluasi, pemiliknya kami ikutkan kelas pembinaan. Setelah paham, mereka baru kami izinkan kembali melayani pembeli,” bebernya. 

Sementara itu, langkah-langkah Pemkab Banyuwangi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah. Difi menilai apa yang dilakukan Banyuwangi merupakan angin segar untuk menggerakkan ekonomi daerah. ”Gagasan yang diungkapkan Bupati Anas menyuntikkan energi dan spirit baru bagi kami semua. Inovasi dan ide baru akhirnya kembali menjadi kunci untuk menggerakkan daerah,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia