Kamis, 13 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi
YAYASAN AL USWAH BANYUWANGI

Kelola Delapan Sekolah, Berhasil Lahirkan Penghafal Alquran

13 Juli 2020, 08: 23: 28 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

HASIL GARANSI: Siswa/siswi SMPIT Al Uswah 2 Banyuwangi saat menjalani wisuda Tahsinul Quran Al Uswah Wisuda Tahsinul Quran. Dalam wisuda ini mereka menjalani uji publik dan hukum bacaan. Dihadiri Ketua Pembina Yayasan Al Uswah Ustad Nasib Surianto.

HASIL GARANSI: Siswa/siswi SMPIT Al Uswah 2 Banyuwangi saat menjalani wisuda Tahsinul Quran Al Uswah Wisuda Tahsinul Quran. Dalam wisuda ini mereka menjalani uji publik dan hukum bacaan. Dihadiri Ketua Pembina Yayasan Al Uswah Ustad Nasib Surianto.

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Tidak terasa 17 tahun Yayasan Pendidikan Islam Al Uswah Banyuwangi melayani masyarakat dalam hal pendidikan. Usia yang bisa dikatakan menginjak dewasa ini dilalui dengan penuh perjuangan.

Namun dengan upaya komitmen yang tinggi, Al Uswah mampu menunjukkan hasil yang memuaskan bagi wali muridnya. Kini setelah 17 tahun Yayasan Al Uswah telah memiliki delapan sekolah yang tersebar di Kabupaten Banyuwangi, mulai tingkat TK, SD, SMP diantaranya TKIT Permata Mandiri Billah (PMB) 2; TKIT PMB 3; TKIT Al Uswah 4; TKIT Al Uswah 5; TKIT Al Hafidz; SDIT Al Uswah Kalipuro; SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi; SMPIT Al Uswah. Yayasan Al Uswah pun dalam waktu dekat juga berencana mendirikan setara sekolah lanjutan atas SLTA/SMK/MA, sebagaiamana bercita-cita mengelola pendidikan dari mulai PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Ketua Yayasan Al Uswah Karyono, S.Pd, MT me­nga­takan, Sekolah Islam Terpadu memiliki magnet tersendiri bagi para orang tua/wali calon murid untuk menyekolahkan anaknya dengan harapan mendapatkan kualitas belajar yang lebih baik dari sekolah konvensional. Sekolah Islam Terpadu Al Uswah dari segi jenjang, standar, konsep dan manajemen dalam pelaksanaan proses pembelajaran memiliki target yakni mencapai kualitas yang diharapkan.

Metode belajarnya mengusung konsep mastery learning (belajar tuntas), joyful learning (belajar menyenangkan), learning by doing (belajar sambil melakukan), dan creative learning (belajar dengan kreatif).

Karyono mengatakan, label Terpadu menjelaskan jika sekolah ini memiliki konsep keterpaduan an­tara hafalan Al-Qur’an dan pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Sekolah memiliki target hafalan anak-anak untuk setiap jenjang sekolah. Untuk mencapainya, Al Uswah memiliki standar sekolah yaitu sarana yang memadai seperti adanya tempat/mushalla anak-anak belajar dan menghafal selain kelas belajar, adanya perpustakaan untuk meningkatkan literasi anak. “Dalam menerapkan jam sekolah, Al Uswah menerapkan sepenuh hari (Full Day) dan alhamdulillah anak-anak mampu menghafal surat-surat pendek, mi­nimal juz 30,” kata Karyono.

Hal senada dikatakan Sekretaris Yayasan Al Uswah Ansori,S.Pd,SST. Menurut Ansori, Yayasan Pendidikan Islam Al Uswah adalah sekolah berkualitas tapi ter­jangkau dengan pola full-day school, serta me­miliki visi membentuk generasi robbani yang intelektual dan kreatif. Sekolah ini memadukan kurikulum Diknas dengan kurikulum khas yang sarat de­ngan nilai-nilai ke­islaman. “Kami ber­syukur saat pen­daf­taran siswa baru dila­kukan secara in­den baik di TKIT, SDIT, maupun SMPIT selalu memenuhi kuota. Terimakasih kepada masyarakat dan wali murid yang selama ini telah memerca­yakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di Al Us­wah,” kata Ansori kemarin.

Ansori menjelaskan, dalam proses belajar mengajar Al Uswah se­lalu menyeim­bangkan rasio murid dengan jumlah guru dalam kelas. Disini murid dibekali untuk dunia dan akhirat de­ngan keceradan emosi, sosial, spiritual dan intelegensi. Al Uswah berkomitmen men­jamin siswa-siswinya hafal beberapa Juz Al­quran, sejumlah fasi­litas penunjang juga dibangun.  Salah satu­nya gedung sekolah lantai tiga, full day school, boarding school, dan masjid,” ung­kap Ansori.

Ansori menam­bah­kan, untuk memper­siapkan tahun ajaran baru ini Yayasan Al Uswah mengikuti kebijakan pe­me­rintah yakni, melakukan pembelajaran dengan pola penerapan protokol kesehatan. Semua gedung dan kelas sudah dilakukan disinfektan, penggunaan masker dan pengecekan suhu tubuh dengan ther­mogun. Kapasitas kelas juga dibatasi dan te­tap menerapkan jaga jarak fisik,” pungkasnya.  (*/afi)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia