Kamis, 13 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Poliwangi Teliti Teh Daun Kawa Berkhasiat Cegah Covid-19

08 Juli 2020, 10: 15: 50 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GELAR PKM: Dosen Poliwangi bersama ibu-ibu Kelompok Posyandu Apel Kalipuro usai penyuluhan pembuatan teh daun kawa.

GELAR PKM: Dosen Poliwangi bersama ibu-ibu Kelompok Posyandu Apel Kalipuro usai penyuluhan pembuatan teh daun kawa. (POLIWANGI FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Hal ini dibuktikan dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di lingkungan Warung Kopat, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro melalui pembuatan teh daun kawa. Teh daun kawa ini dapat dijadikan sebagai alternatif fortifikasi pangan yang mampu mencegah Covid-19.

Kalipuro adalah salah satu daerah penghasil kopi. Namun, proses pengolahan kopi sementara ini hanya terfokus pada biji kopinya. Padahal, daun kopi memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan kegiatan penyuluhan dan praktik mengubah daun kopi menjadi teh daun kawa.

Teh ini dibuat dari wiwilan daun kopi yang dicampur rempah pilihan yang kaya antioksidan, sehingga berkhasiat menangkal radikal bebas. Dampak lain mengonsumsi teh daun kawa bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit Covid-19.

Kegiatan PKM ini digagas oleh dosen Poliwangi, Sari Wiji Utami SP MM dan Riza Rahimi Bahtiar SP MP MBA dari Program Studi Agribisnis, serta Ayu Purwaningtyas SHut MM dari Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata. Mereka dibantu oleh mahasiswi Pascasarjana Politeknik Negeri Jember Getta Hayyuning Mangesti SST. Acara dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2020. Penyuluhan dihadiri ibu-ibu dari kelompok Posyandu Apel di Kelurahan Kalipuro.

Menurut Ayu Purwaningtyas, PKM ini bertujuan membekali dan mendidik masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan setiap anggota keluarga. Berawal dari lingkungan keluarga diharapkan mampu menghadapi pandemi dan memasuki era tatanan baru di Banyuwangi.

”Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan ibu rumah tangga untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya, melalui pemanfaatan wiwilan daun kopi yang jarang dimanfaatkan,” katanya. (*)

(bw/mls/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia