Rabu, 05 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Keliling BWI 3 Pekan, Sudah 300 Warung yang Tersertifikasi Sehat

Upaya Pemkab Melindungi Keamanan Konsumen

07 Juli 2020, 07: 46: 26 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PELINDUNG DIRI: Pedagang melayani konsumen di sentra Kuliner Pintar Taman Blambangan.

PELINDUNG DIRI: Pedagang melayani konsumen di sentra Kuliner Pintar Taman Blambangan.

Share this          

SUDAH sekitar tiga pekan terakhir tim pemkab bergerak melakukan pendampingan penerapan standar pelayanan sesuai protokol kesehatan. Bukan hanya mendampingi, tim terkait juga melakukan sertifikasi terhadap warung-warung rakyat tersebut. Hasilnya, hingga kemarin (2/7) sudah sekitar 300 warung rakyat dinyatakan lolos uji protokol Covid-19.

          Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, warung-warung rakyat selama ini berperan menggerakkan ekonomi, termasuk dalam menopang sektor pariwisata Bumi Blambangan. “Sehingga jika ke depan sektor wisata benar-benar dibuka, maka warung rakyat sudah siap menerapkan protokol kesehatan. Wisatawan bisa nyaman dan dengan sendirinya warung rakyat bisa semakin laris,” ujarnya.

JAMIN KEAMANAN: Petugas gabungan menempelkan stiker sertifikasi protokol kesehatan di warung makan milik warga

JAMIN KEAMANAN: Petugas gabungan menempelkan stiker sertifikasi protokol kesehatan di warung makan milik warga

          Dikatakan, sertifikasi terhadap warung rakyat dilakukan untuk memberi jaminan keamanan, kesehatan dan keselamatan bagi semua yang terlibat di sektor ini. “Jadi semua sama-sama aman. Pengunjung dan wisatawan yang makan di warung rakyat aman. Pekerja warung rakyat pun aman. Semua itu akan terjadi jika protokol kesehatan dijalankan dengan baik,” kata dia.

Anas menambahkan, banyak kuliner legendaris Banyuwangi yang dijajakan di warung-warung rakyat. Contohnya nasi tempong, rujak soto, sego cawuk, dan lain-lain. “Dengan sertifikasi ini kami berharap wisatawan yang datang merasa nyaman dan aman menikmati kuliner di warung rakyat,” imuhnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo menuturkan, sejauh ini sudah 300 warung rakyat yang telah mendapat sertifikasi kesehatan. “Kita tampilkan semuanya di aplikasi Banyuwangi Tourism secara bertahap. Nanti warung mana saja yang sudah lolos sertifikasi menyambut new normal akan tersaji secara online,” kata dia.

Sementara itu, Camat Srono Gatot Suyono mengatakan, di wilayahnya ada 6 warung makan dan 10 PKL yang telah mendapat sertifikasi dengan melibatkan praktisi kesehatan di Puskesmas.

Warung-warung tersebut telah menerapkan protokol kesehatan, di antaranya dilengkapi fasilitas sanitasi yang baik, ada aturan pembatasan fisik, hingga pelayan yang menggunakan pelindung diri. “Warung yang lolos sertifikasi menjadi percontohan bagi warung lainnya. Yang belum lolos, kami ajak mencontoh yang telah disertifikasi. Proses jalan terus, kami pantau rutin agar semua warung terutama yang berpotensi didatangi wisatawan konsisten melayani dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Program sertifikasi ini, kata Gatot, mendapat apresiasi pemilik warung. Banyak warung antusias mengikuti proses ini, karena sertifikasi bagi mereka juga menjamin keamanan, baik pengunjung maupun pekerjanya. “Seperti Warung Ikan Bakar Mina Elang Buana, mereka senang karena setelah tersertifikasi, warungnya turut dipromosikan sebagai warung yang sehat dan aman lewat aplikasi Banyuwangi Tourism,” pungkasnya. (sgt)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia