Rabu, 05 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Ketua RT dan RW Purwoharjo Ngluruk Kantor Desa

02 Juli 2020, 09: 05: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERI PERINGATAN: Kepala Desa Kradenan Supriyono menunjukan surat peringatan untuk Dedi Siswanto di kantor desanya, kemarin (1/7).

BERI PERINGATAN: Kepala Desa Kradenan Supriyono menunjukan surat peringatan untuk Dedi Siswanto di kantor desanya, kemarin (1/7). (KRIDA HERBAYU/JAWAPOS.COM)

Share this          

PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng - Puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) Dusun Kopen, Desa Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, mendatangi kantor desanya kemarin (1/7). Mereka menuntut kursi kepala Dusun Kopen yang dijabat Dedi Siswanto dikembalikan lagi.

Dalam aksinyau, mereka tidak terima kepala dusunnya dimutasi. Para ketua RT dan RW itu mengembalikan stempel kepada kepala Desa Kradenan, Supriyono. “Bapak Dedi Siswanto harus dikembalikan sebagai kepala dusun,” tuntut salah satu ketua RT yang menolak namanya dikorankan.

Kepala Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo Supriyono mengaku tidak pernah memecat Dedi Siswanto sebagai kepala Dusun Kopen. Tapi, dialihfungsikan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kantor Desa Kradenan Rina Wahyu Agustina, dimutasi menjadi kepala Dusun Kopen. “Sudah jelas dalam isi surat itu Dedi Siswanto dimutasi menjadi Kasi Pelayanan, bukan diberhentikan,” ujarnya.

Sejak dilantik menjadi Kasi Pelayanan dua bulan lalu, Dedi Siswanto tidak masuk kerja alias mangkir dinas. Selanjutnya, pada Jumat (8/5) diberi Surat Peringatan Satu (SP 1). Karena masih mangkir kerja, pada Jumat (15/5) dilanjutkan (SP 2). “Sampai turun SP 2, kelakuan Dedi Siswanto masih tidak berubah, lalu saya beri SP 3 pada Senin (15/6),” jelasnya.

Ia menyebut hingga saat ini, Dedi Siswanto ini belum bisa dikonfirmasi, dan tidak pernah datang ke kantor Desa Kradenan. Pemerintah desa kemudian meminta surat rekomendasi kepada Camat Purwoharjo terkait permasalahan tersebut. “Saat ini kami masih menunggu surat rekomendasi dari camat,” katanya.

Supriyono menyampaikan yang bersangkutan harusnya masuk kerja. Sebab, dampaknya menggangu kinerja dan pelayanan di kantor Desa Kradenan. “Kami tidak tahu apa permasalahan sebenarnya, yang bersangkutan juga tidak mau hadir saat diundang ke kantor desa,” cetusnya.(*)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia