Rabu, 05 Aug 2020
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Jokowi Puji Layanan Terintegrasi dengan Desa dan Kecamatan

Daerah Tiru Pasar Pelayanan Publik Banyuwangi

01 Juli 2020, 18: 05: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERI APRESIASI: Presiden Jokowi didampingi Bupati Anas ketika berada di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi Kamis lalu (25/6).

BERI APRESIASI: Presiden Jokowi didampingi Bupati Anas ketika berada di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi Kamis lalu (25/6). (RAMADA KUSUMA/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Inovasi sektor pelayanan publik ala Pemkab Banyuwangi mendapat apresiasi pemerintah pusat. Kali ini, apresiasi diperoleh berkat keberadaan Pasar Pelayanan Publik (P3) di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ya, pemkab memiliki tiga unit pelayanan publik terintegrasi satu pintu. Unit pelayanan publik terintegrasi tersebut meliputi Mal Pelayanan Publik Banyuwangi, P3 Rogojampi, dan P3 Genteng.

Nah, apresiasi terhadap keberadaan P3 itu datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau langsung P3 Rogojampi Kamis lalu (25/6). Saat berada di P3 yang terintegrasi dengan pasar tradisional Rogojampi tersebut, Jokowi menyimak penjelasan dari salah satu petugas tentang proses pelayanan mandiri atau self-service. Dengan proses pelayanan mandiri tersebut, warga bisa mengakses dokumen/izin tanpa bertemu petugas.

Selain itu petugas P3 Rogojampi juga menjelaskan tentang integrasi data kependudukan dengan program Smart Kampung. Program Smart Kampung merupakan sistem digitalisasi pelayanan publik berbasis desa yang dikembangkan Banyuwangi sejak lima tahun terakhir.

Setelah mendapat penjelasan, Jokowi lantas memerintahkan ke jajarannya untuk menerapkan unit pelayanan publik yang terintegrasi dengan pasar tradisional ke kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Sekadar diketahui, P3 Rogojampi menyediakan 98 jenis layanan publik di satu tempat. Sebanyak 98 jenis layanan itu terbagi dua bidang. Pertama adalah administrasi kependudukan seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), kartu identitas anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, surat pindah, dan lain sebagainya. Sedangkan bidang kedua adalah perizinan umum seperti surat izin usaha perdagangan (SIUP), tanda daftar usaha perdagangan (TDUP), izin mendirikan bangunan (IMB), hingga izin praktik bidan, dan lain-lain.

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, P3 Rogojampi buka setiap Senin sampai Jumat. Pada Senin sampai Kamis layanan dibuka mulai pukul 08.00 sampai 14.30, sedangkan pada Jumat layanan dibuka mulai pukul 08.00 sampai 14.00.

Selain itu, selama pandemi Covid-19 kunjungan pemohon ke Pasar Rogojampi dibatasi 100 pemohon per hari. Padahal, sebelum pandemi virus korona jumlah pemohon bisa mencapai 200 orang per hari.

P3 Rogojampi dilengkapi dengan mesin anjungan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mandiri alias ADM. Anjungan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin mencetak layanan kependudukan secara mandiri, seperti KIA, KTP, KK, dan akta kelahiran. Bukan itu saja, P3 Rogojampi juga dilengkapi Anjungan Smart Kampung dengan 38 jenis layanan berbasis KTP-el. Anjungan ini ditujukan untuk pelayanan masyarakat secara mandiri dan terintegrasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Mal Pelayanan Publik, serta satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) terkait.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan pasar pelayanan publik ini setidaknya ada dua tujuan yang ingin dicapai. Pertama, memudahkan warga untuk mengurus dokumen kependudukan atau izin yang dibutuhkan. ”Kedua, ikut menggerakkan ekonomi pasar, karena dengan kehadiran unit pelayanan publik ini ikut meningkatkan traffic orang ke pasar tradisional. Bisa urus dokumen dan izin sambil belanja di pasar tradisional,” jelasnya.

Anas menambahkan, pemkab akan terus meningkatkan jumlah dokumen dan izin yang bisa diakses di Pasar Pelayanan Publik terutama layanan yang terintegrasi dengan instansi non-pemerintah daerah. ”Kami ingin jenis layanan P3 seperti terus meningkat seperti halnya Mal Pelayanan Publik Banyuwangi yang telah mencapai lebih dari 200 izin di satu lokasi,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia