Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Ijen Mulai Simulasi Prakondisi New Normal

30 Juni 2020, 07: 48: 37 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SIMULASI: Tim GTPP Covid-19 Banyuwangi  memantau langsung  pembukaan Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen kemarin. Jumlah pengunjung pun dibatasi hanya 225 orang.

SIMULASI: Tim GTPP Covid-19 Banyuwangi memantau langsung pembukaan Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen kemarin. Jumlah pengunjung pun dibatasi hanya 225 orang.

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banyuwangi terus melakukan simulasi dan evaluasi untuk melihat kesiapan destinasi wisata di Bumi Blambangan menyongsong era kebiyasaan anyar (new normal). Yang terbaru, simulasi prakondisi tatanan baru tersebut digelar di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kawah Ijen.

       Tempat wisata favorit di Banyuwangi itu dibuka sementara selama dua hari, yakni kemarin (26) sampai hari ini (30/6). Destinasi wisata yang tersohor dengan fenomena api biru (blue fire) itu dibuka pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00. Jumlah pengunjung dibatasi ”hanya” sebanyak 225 orang. Pengunjung wajib mendaftarkan diri secara online dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, pihaknya bersama tim telah meninjau langsung simulasi pembukaan wisata alam Kawah Ijen hingga ke puncak gunung tersebut. ”Dari pantauan gugus tugas, masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi oleh para petugas di Kawah Ijen sebagai syarat wisata yang aman, bersih, dan sehat,” ujarnya.

Guntur menyebut, salah satu hal yang perlu diperbaiki adalah para pemilik warung di pos pemberhentian terakhir yang kurang melengkapi dirinya dengan perlengkapan standar. Misalnya, ada warung yang tidak menyediakan tempat cuci tangan maupun tempat duduk pengunjung yang terlalu berdekatan. ”Memang masih ada sedikit pemilik warung yang belum menerapkan protokol kesehatan dalam melayani konsumen. Warung ini penting bagi kami karena warung-warung ini menjadi tempat transit setiap wisatawan sebelum mendaki Ijen,” kata dia.

Guntur menambahkan, kesempatan melakukan peninjauan kemarin sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan edukasi protokol new normal di sektor wisata. ”Mulai bagaimana melayani, penataan kursi, dan tempat cuci tangan, hingga penggunaan faceshield untuk keamanan bersama. Kami ingin puluhan warung di sini sudah menerapkan,” imbuhnya.

Selain itu, tim juga menyarankan agar pengelola melengkapi sejumlah fasilitas agar sesuai standar kesehatan pencegahan Covid-19. Misalnya memperbanyak tempat cuci tangan bagi wisatawan maupun memperbanyak petugas yang berjaga di sana. ”Masalah ticketing juga kami bahas. Bagaimana memudahkan pengunjung melakukan reservasi, karena kan sekarang kita melakukan kebijakan pembatasan atau kuota pengunjung di setiap destinasi,” jelas Guntur.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Purwantono mengatakan, kegiatan simulasi prakondisi tatanan baru atau new normal dilakukan selama dua hari. Dalam simulasi ini, pihaknya telah melakukan sejumlah protokol untuk menciptakan wisata yang bersih, aman, dan sehat. ”Dalam simulasi ini, kami telah mulai memberlakukan pembatasan pengunjung. Kami batasi sebanyak 225 orang. Mereka yang mendaftar melalui Banyuwangi Tourism App yang bisa diizinkan naik. Dan gratis selama masa simulasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan tim gabungan terus bergerak melakukan verifikasi untuk proses sertifikasi protokol Kesehatan Covid-19 di sejumlah sektor pariwisata daerah. Karena sertifikasi tersebut menjadi syarat bagi sektor wisata untuk bisa dibuka kembali. ”Setelah masa simulasi, kini saatnya kami lakukan verifikasi. Bagi sektor wisata yang lolos penilaian akan mendapatkan sertifikat lolos uji protokol kesehatan Covid-19. Bagi yang belum lolos uji, nanti masih diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. Trial error, itu terus disempurnakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sertifikasi terhadap sektor wisata dilakukan daerah untuk memberi jaminan keamanan, kesehatan, dan keselamatan bagi semua yang terlibat di sektor ini. Khususnya Kawah Ijen yang menjadi destinasi favorit di Banyuwangi.

”Kawah Ijen ini menjadi perhatian utama kami, karena kawasan itu adalah magnet wisata Banyuwangi. Kami ingin di destinasi ini, protokol kesehatan benar-benar dijalankan. Sehingga setelah semua protokol dijalankan, kami akan memberi memberi stempel tanda lolos sertifikasi,” imbuh Anas. 

Menurut Anas, sertifikasi tersebut merupakan cara Banyuwangi untuk memberi jaminan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. ”Karena kami sadar di masa pandemi ini bukan hanya pelayanan yang menjadi penilaian, namun kesehatan dan keamanan kini menjadi yang utama,” pungkasnya.

       Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, simulasi dilakukan untuk memastikan Ijen benar-benar siap kembali dibuka di dalam masa pandemi. Uji coba yang pertama dimulai dari protokol kesehatan saat wisatawan mulai naik. Baik dari pemeriksaan kelengkapan sampai cek suhu.

       Semua pendaki wajib mengenakan masker atau membawa masker. Meskipun nanti di tengah pendakian jika masker dianggap mengganggu pernafasan, wisatawan bisa menyesuaikan penggunaannya. Kemudian ada pembagian jumlah wisatawan yang diperbolehkan untuk naik. Ada dua shift pembagian dalam satu hari. ”Kita bagi shift untuk yang mau melihat sunrise atau blue fire. Intinya kita lihat dulu kesiapannya dalam dua hari ini. Kalau siap, akan kita beri rekomendasi jadi bisa kembali buka seperti biasa. Tapi tetap menerapkan protokol Covid-19,” tegasnya. (sgt/fre/aif/c1)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia