Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
Resep Depot Ridho Bu Mustareh & Lhom Ngelakh

Makanan Tetap Higienis, Selalu Pilih Minyak Pilihan

27 Juni 2020, 07: 43: 14 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

MASIS EKSIS: Bu Mustareh dengan depotnya yang sudah 29 tahun berjalan masih tetap melayani pelanggannya

MASIS EKSIS: Bu Mustareh dengan depotnya yang sudah 29 tahun berjalan masih tetap melayani pelanggannya

Share this          

SEIRING dengan pesatnya pariwisata, Banyuwangi dikenal memiliki banyak kuliner. Banyak pelaku kuliner senior maupun junior yang memiliki strategi untuk menggaet pelanggannya.

Dari semua strategi itu, mereka sepakat cita rasa tetap menjadi yang nomor satu.

CITA RASA KHAS: Adang pemilik depot lhom ngelakh kini membuka sayap baru dengan nama Kafe Lhom Ngelakh Junior.

CITA RASA KHAS: Adang pemilik depot lhom ngelakh kini membuka sayap baru dengan nama Kafe Lhom Ngelakh Junior.

----------

Hal ini diakui oleh Susiati, 73, pemilik Depot Ridho Bu Mustareh. Tempat kuliner yang beralamat di Jalan Sayu Gringsing, Gang Ridho, Kelurahan Kampung Melayu hingga kini masih eksis. Meski lokasi depotnya masuk gang,namun selalu menjadi jujukan banyak tamu, baik dari Banyuwangi maupun dari luar daerah.

          Istri mendiang Letkol (Purn) Mustareh ini sudah melakoni usaha kuliner selama hampir 29 tahun. Menu yang ditawarkan adalah nasi rawon, nasi campur, serta nasi kuning. Sebagai menu pelengkap, Depot Bu Mustareh ini menyediakan empal dan paru yang renyah dan empuk. ”Untuk menyuguhkan cita rasa yang enak harus diolah dengan baik. Bahan-bahannya juga harus pilihan, termasuk memilih minyak goreng karena bisa  memengaruhi cita rasa. Untuk minyak goreng saya selalu pakai Coconut Oil Mamaco,” kata Susiati yang kemarin didampingi anaknya, Arianto PS.

          Untuk tetap menjaga cita rasa diperlukan konsistensi. Kurun waktu selama 29 tahun bukanlah waktu yang sedikit, apalagi di tengah-tengah gempuran kuliner yang beragam jenisnya. Berkat konsisten menjaga cita rasa inilah, Depot Bu Mustareh tetap eksis hingga sekarang. ”Saya berharap anak dan cucu bisa meneruskan usaha ini dengan tetap menjaga cita rasa masakan jawa asli ini,” kata perempuan yang akrab dipanggil Bu Mustareh ini.

          Pelaku kuliner lain yang konsisten memakai Coconut Oil Mamaco adalah Adang AR. Pemilik Depot Lhom Ngelakh ini mengaku sudah 25 tahun menggeluti bisnis kuliner. Depot yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Tukangkayu ini dikenal menyediakan menu andalan, seperti nasi goreng, mi goreng, koloke, cap jay, dan masakan lainnya.

          Setiap malam Depot Lhom Ngelakh ini tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan, pelanggan setianya memiliki sebutan  sendiri terhadap menu masakan Adang. Mereka mengaku kurang sah jika belum makan mi goreng/nasi goreng Depot Lhom Ngelakh. Kini, setelah membuka usaha selama 25 tahun, mantan Thulik Banyuwangi tahun 1980-an ini membuka cabang baru. Namanya Kafe Lhom Ngelakh Junior. Lokasinya di Gang Mawar (utara RSUD Blambangan), Kelurahan Pengantigan.

          Meski baru setahun buka, keberadaannya sudah banyak yang mengetahui. Menunya lebih beragam, ada gorengan, ayam kremes, ayam bakar, ayam geprek, penyetan, nasi udang, nasi empal, dll. ”Kafe yang dikenal Junior Cafe ini baru setahun mengudara, Alhamdulillah sudah memiliki pelanggan, berkah nama dari Lhom Ngelakh,” kata Adang.

          Alumnus SMPN 1 Banyuwangi ini mengaku, menggeluti usaha kuliner selama 25 tahun tidaklah mudah. Menyuguhkan makanan sesuai selera pelanggan juga tidak mudah. Setiap orang memiliki lidah berbeda saat merasakan cita rasa. Tidak boleh sembarangan dalam memasak, sebab ini terkait makanan yang masuk dalam peut pelanggan. Maka faktor sehat dan higienis harus nomor satu. ”Yang jelas bahan-bahannya harus fresh, hingga pemilihan minyak goreng pun tidak boleh diabaikan,” jelas Adang.

          Di Kafe Lhom Ngelakh Junior ini menu masakannya lebih dominan gorengan. Adang pun memilih untuk menggunakan minyak goreng Coconut Oil Mamaco.  Minyak goreng kelapa Mamaco ini adalah jenis minyak yang ideal untuk dimasak. Sebab, 90 persen dari coconut oil (minyak kelapa) adalah minyak jenuh. Minyak jenis ini akan tetap memiliki bentuk atau struktur yang stabil meski dipanaskan. ”Minyak goreng Mamaco ini membuat masakan lebih enak dan gurih. Banyak pelanggan yang memuji hasil masakan dengan minyak goreng Mamaco ini,” kata Adang.

          Spesialis gizi klinik Dr dr Gaga Irawan Nugraha MGizi SpGK menjelaskan, setiap minyak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian pula cara penggunaannya. Untuk mengetahui cara penggunaannya harus melihat karakteristik minyak tersebut. Karakteristik setiap minyak tergantung dari kandungan asam lemaknya. Secara alamiah (tanpa melalui proses rekayasa), semua minyak memiliki kandungan asam lemak yang beragam dan tidak ada yang tunggal.

          Berdasarkan kandungan asam lemaknya, minyak yang paling baik untuk menggoreng adalah Coconut Oil Mamaco Platium. ”Minyak jenis ini mudah dicerna, mudah diserap, dan mudah menjadi energi di dalam sel. Cocok untuk bayi yang penyempurnannya belum sempurna dan cocok juga untuk orang yang mengalami gangguan saluran pernapasan,” pungkas Gaga. (*/aif/c1)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia