Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Korban Tenggelam Pantai Pulau Merah Ditemukan Membusuk

24 Juni 2020, 08: 25: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TAK BERNYAWA: Petugas mengevakuasi jenazah korban yang baru ditemukan di Pantai Mustika, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin (23/6).

TAK BERNYAWA: Petugas mengevakuasi jenazah korban yang baru ditemukan di Pantai Mustika, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin (23/6). (KRIDA HERBAYU/JAWAPOS.COM)

Share this          

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Pengunjung wisata Pantai Pulau Merah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang tenggelam dan hilang digulung ombak saat main di pantai pada Sabtu sore (20/6), akhirnya berhasil ditemukan, kemarin sore (23/6).

Saat ditemukan sekitar pukul 14.30, korban Krisna Andian, 20, warga Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran sudah meninggal dengan tubuh mulai membusuk. Jenazah itu, akhirnya ditemukan. Jasad korban yang terserat arus dan terdampar di Pantai Mustika, Dusun Desa Sumberagung, atau berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pantai Pulau Merah.

Kanit Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Pos Pancer, Kecamatan Pesanggaran Bripka Wayan Wedhana mengatakan, pencarian korban oleh tim gabungan di hari ke empat akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sudah tak bernyawa dan dengan kondisi membusuk. “Kulit korban sudah memutih, beberapa bagian tubuhnya mengalami luka memar dan luka lecet akibat tergores batu karang,” ujarnya.

Menurut Wayan, korban ditemukan sekitar pukul 14.30 dengan posisi terlentang di Pantai Mustika, Dusun Pancer, Desa Sumberagung. Lokasi penemuan korban ini, berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian di Pantai Pulau Merah. “Korban ditemukan oleh nelayan yang akan melaut,” katanya.

Penemuan jenazah korban ini, langsung disambut hujan tangis oleh keluarganya yang menunggu di sekitar Pantai Pulau Merah. Sejak hari pertama, mereka ikut melakukan pencarian dan bermalam di sekitar lokasi wisata andalan Kabupaten Banyuwangi itu. “Keluarga korban ikhlas menerima kepergian korban,” terangnya.

Untuk pemeriksaan, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Sumberagung. Selanjutnya, dibawa ke rumah orang tuanya di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. “Dengan ditemukannya korban ini, proses pencarian dihentikan,” cetusnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, masa uji coba dibukanya tempat wisata Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran telah makan korban jiwa. Dua pengunjungnya digulung ombak. Satu korban ditemukan tewas, dan satu korban lagi masih hilang, Sabtu sore (20/6).

Korban yang tewas itu Aqil Savik Putra Ardiantara, 9, warga Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Sedang korban yang masih belum ditemukan, Krisna Andrian, 21, masih saydara Aqil dan tinggal di Dusun Krajan, Desa Jajag. “Satu korban ditemukan sudah meninggal,” terang Kanit Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Pos Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Bripka Wayan Wedhana.

Kecelakaan di lokasi wisata yang merenggut nyawa itu, terjadi sekitar pukul 16.30. Saat itu, korban bersama beberapa temannya bermain pasir dan mandi di sekitar Pantai Pulau Merah. “Mereka itu mandi di daerah berarus deras dan masuk kawasan zona merah,” terangnya.(*)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia