Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Diserempet Mobil, Tuna Wisma Terkapar di Pinggir Jalan

24 Juni 2020, 06: 20: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

TERKAPAR: Mr X tergeletak lemas usai disenggol mobil tak dikenal di jalan raya Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, kemarin (23/6).

TERKAPAR: Mr X tergeletak lemas usai disenggol mobil tak dikenal di jalan raya Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, kemarin (23/6). (POLSEK GAMBIRAN FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Nasib malang nasib kakek yang tidak diketahui identitasnya ini. Diduga menjadi korban tabrak lari, kakek sebut saja Mr X terkapar di pinggir jalan di jalan raya Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, kemarin (23/6).

Lelaki tua tanpa identitas itu, mengalami luka pada bagian kaki dan sesak napas usai disenggol mobil pribadi yang melintas di jalan raya tersebut. “Mobil yang menyenggol langsung kabur,” terang Suryadi, 47, warga Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecaamatan Gambiran.

Menurut Suryadi, saat kejadian Mr X itu sedang berjalan santai di bahu jalan dari arah timur. Tanpa disadari, dari arah belakang meluncur mobil Toyota Avanza warna putih dan menyenggol tubuhnya. “Kakek itu langsung terpelanting dan terkapar di pinggir jalan raya,” ujarnya.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menolong Mr X . Sedang mobil yang menyenggol langsung tancap gas ke arah barat jurusan Kecamatan Genteng. “Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, kabur meninggalkan korban yang terkapar di pinggir jalan,” terangnya.

Korban yang masih sadar, oleh warga ditolong dengan dilarikan ke Puskesmas Jajag, Kecamatan Gambiran untuk mendapat perawatan medis. “Kakek itu gelandangan, bukan warga sini,” ungkapnya.

Kanit Lantas Polsek Gambiran Ipda Paulus Ta’ang Siang menyebut korban mengalami luka lecet pada kaki sebelah kiri, luka lecet pada tangan, dan sesak napas. Identitas korban masih belum diketahui. “Korban tuna wisma, diajak komunikasi susah biocara,” cetusnya.

Saat ini, jelas dia, korban mendapat perawatan di Puskesmas Jajag. Jika sudah sehat, akan dibawa ke Kantor Camat Gambiran untuk dipulangkan ke tempat asal. “Akan dipulangkan ke daerah asalnya,” katanya.(*)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia