Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

RS Al Huda Layani Imunisasi Dewasa

Efektif Cegah Berbagai Penyakit

23 Juni 2020, 20: 20: 59 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

VAKSINASI: Tindakan pemberian imunisasi diberikan oleh staf medis dokter terlatih besertifikat pelatihan imunisasi dewasa di RS Al Huda Gambiran.

VAKSINASI: Tindakan pemberian imunisasi diberikan oleh staf medis dokter terlatih besertifikat pelatihan imunisasi dewasa di RS Al Huda Gambiran. (RS ALHUDA FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Imunisasi dianggap sebagai langkah preventif untuk mencegah penyakit tertentu pada anak. Padahal sejatinya, orang dewasa juga sangat membutuhkan imunisasi untuk menjaga kesehatan agar tetap optimal. Dengan imunisasi, orang dewasa tidak saja melindungi diri sendiri dari serangan penyakit, tapi juga ikut mencegah penyebarannya.

Manajer Pelayanan Medis Rumah Sakit Al Huda (RSAH) dr Suryadinata menjelaskan, imunisasi bertujuan untuk merangsang dan meningkatkan produksi antibodi atau kekebalan tubuh. Ini bertujuan agar antibodi dapat menangkal penyakit-penyakit tertentu.

Imunisasi, kata dr Surya, terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian masyarakat pada umumnya. Meski sekilas memang terkesan sedikit mahal, namun sebenarnya biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding jika sudah terserang penyakit. Bahkan, saat terserang penyakit itu pasien harus berobat ataupun harus rawat inap. ”Bisa dibayangkan berapa banyak waktu dan biaya yang terbuang untuk perawatan dan pengobatan penyakitnya,” ujarnya.

Surya mengatakan, Klinik Rawat Jalan RSAH memberikan pelayanan imunisasi dewasa. Mulai dari konseling untuk membantu menentukan jenis vaksin yang akan digunakan, pemeriksaan laboratorium jika diperlukan, sampai dengan tindakan pemberian imunisasi.

Apalagi, kata dr Surya, staf medis dokter yang melakukan pemberian imunisasi sudah terlatih dan besertifikat pelatihan imunisasi dewasa. Vaksin pun diperoleh dari distributor resmi, yang mendapatkan izin dari pemerintah. Adapun vaksin yang ada yaitu influenza, Meningitis, Hepatitis A dan B, Pneumonia, Thypoid, serta HPV.

Sementara itu, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemberian vaksin. Salah satunya faktor kesehatan, aktivitas harian, dan pekerjaan. Faktor kesehatan yang perlu dipertimbangkan, misalnya penyakit kronis yang diderita pasien seperti penyakit diabetes, jantung, kanker, hepatitis, kondisi kehamilan, dan sebagainya. ”Kelompok ini rentan terkena berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang menurun,” bebernya.

Sedangkan faktor aktivitas, jelas Surya, seseorang yang menyukai traveling (perjalanan jauh) memerlukan vaksinasi jika tempat yang dituju merupakan wilayah dengan endemi penyakit tertentu. Jenis pekerjaan juga menentukan jenis vaksinasi yang dibutuhkan. ”Misalnya, faktor risiko tenaga kesehatan tentu berbeda dengan seorang karyawan kantoran, sehingga jenis vaksinasi yang dibutuhkan juga berbeda,” jelasnya.

Selain itu, perlu juga diperhatikan faktor riwayat vaksinasi serta riwayat kontak dengan pasien yang menderita penyakit tertentu. (*)

(bw/kri/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia