Selasa, 07 Jul 2020
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kasus Bakar Teman, Saksi Saiful Akui Beli Ponsel dari Ali

23 Juni 2020, 20: 06: 08 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SIDANG ONLINE: Ali Heri Sanjaya menjalani sidang lewat online. Dia berada di Lapas Banyuwangi, sedangkan hakim, jaksa, dan saksi di ruang Garuda PN Banyuwangi.

SIDANG ONLINE: Ali Heri Sanjaya menjalani sidang lewat online. Dia berada di Lapas Banyuwangi, sedangkan hakim, jaksa, dan saksi di ruang Garuda PN Banyuwangi. (DEDY/JAWAPOS.COM)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sidang perkara pembunuhan Rosidah,18, yang mayatnya ditemukan hangus terbakar di kebun kelapa Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, kembali digelar kemarin (22/6). Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Saiful Arif digelar secara online dengan sistem dalam jaringan (daring).

Selama sidang berlangsung, terdakwa Ali Heri Sanjaya berada di Lapas Banyuwangi. Sedangkan majelis hakim dan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Dua saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan kemarin.

Saksi pertama yaitu Sella. Wanita tersebut adalah rekan korban yang bekerja di warung tempat Ali Heri bekerja. Saksi lainnya Saiful Mustakim yang membeli ponsel dari terdakwa Ali.

Dalam keterangannya, Sella mengaku terakhir kali melihat Rosidah pada Jumat sore (24/1). Sepulang kerja Rosidah berboncengan dengan Ali Heri Sanjaya menggunakan motor milik Rosidah. ”Yang meminjam motor bukan Ali, tapi Rini (pacar Ali). Dia bilang ke Rosidah pinjam motor untuk mengantar ke rumah ibunya,” ungkap Sella.

Jumat malam (24/1) pukul 22.00, Ali pulang ke warung tempatnya bekerja. ”Saya menginap di mes tempat kerja. Ali juga menginap di situ,” ujarnya.

Sella baru tahu ada kejadian penemuan mayat terbakar pada Sabtu siang (25/1) dari pesan berantai di WhatsApp. Dari situlah dia mengenali ciri-ciri helm dan sandal yang ditemukan di lokasi jenazah terbakar tersebut seperti yang dikenakan Rosidah. Hingga akhirnya ada polisi yang datang ke warung tempatnya bermalam untuk memintai keterangan.

Saksi lainnya Saiful Mustakim mengaku ditawari ponsel oleh Ali Heri Sanjaya dengan harga Rp 1,6 juta. Setelah dicek ramnya, ponsel tersebut ditawar seharga Rp 1,250 juta. ”Setelah saya lihat harga pasaran di online harganya Rp 1,250 juta, Ali Heri sepakat dan saya bayar,” ujar Saiful.

Saiful percaya ponsel tersebut milik Ali Heri karena ada seseorang yang pernah mengenalkan kepadanya. Kala itu Saiful yakin jika ponsel tersebut bersih alias bukan hasil kejahatan.

Terdakwa Ali Heri tidak menyangkal keterangan saksi Sella dan Saiful. Kesaksian tersebut dibenarkannya, termasuk menjual ponsel milik Rosidah kepada aksi Saiful. 

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi hangus terbakar pada Sabtu (25/1). Mayat itu ditemukan warga pukul 08.30 di perkebunan kelapa dekat persawahan.

Kondisi jenazah sangat parah hingga tidak bisa dikenali. Dari TKP polisi menemukan sepasang sandal cewek dan sebuah helm merek Ink berwarna pink. Selain itu polisi juga menemukan sebuah topi warna hitam dengan bordir mirip gambar palu.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengamankan Ali Heri Sanjaya, 27, warga Lingkungan Brak, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Pelaku tak lain adalah rekan kerja korban di salah satu rumah makan Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Ali ditangkap Selasa (28/1) pukul 04.30 saat berada di jalan raya keluar dari hotel yang menjadi tempat persembunyiannya usai menghabisi nyawa korban. Sebelumnya polisi mengamankan sejumlah alat bukti. Di antaranya ponsel milik korban yang dijual seharga Rp 1,4 juta dan motor milik korban yang telah digadaikan seharga Rp 4 juta kepada salah seorang warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. (*)

(bw/ddy/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia